POLEMIK: Akses jalan menuju ke Kantor Kecamatan Limo masih tertutup oleh gundukan yang dipasang oleh Suganda. Foto: Radar Depok
POLEMIK: Akses jalan menuju ke Kantor Kecamatan Limo masih tertutup oleh gundukan yang dipasang oleh Suganda. Foto: Regi/ Radar Depok

RADAR DEPOK, LIMO – Hampir tujuh bulan sudah penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan Limo yang dilakukan oleh Suganda selaku pihak yang mengaku memiliki lahan, namun hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda penyelesaian terhadap polemik yang dirasakan sangat mengganggu kelancaran pelayanan masyarakat di kantor tersebut.

Camat Limo, Herry Restu Gumelar mengatakan, belum menerima instruksi dari pihak terkait di Setda Kota Depok, prihal progres penyelesaian masalah penutupan akses ruas jalan menuju Kantor Kecamatan Limo. Pihaknya menunggu penjelasan hasil penanganan dari bagian hukum Setda Kota Depok.

“Belum ada kabar progres penyelesaian, dan kami menunggu penjelasan serta hasil penanganan oleh dinas terkait dan Bagian Hukum Setda Kota Depok ” ujar Herry.

Dikatakan Herry, saat dirinya mulai menjabat sebagai Camat Limo, permasalahan penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan memang sudah terjadi dan tugas dirinya sekarang adalah memonitor perkembangan dari upaya penyelesaian masalah tersebut.

Disisi lain Suganda selaku pihak pemilik lahan mengatakan akan terus memberlakukan penutupan akses jalan menuju Kantor Kecamatan selama belum ada penyelesaian.

“Saya tetap akan memagar tanah saya jika tidak ada penyelesaian karena sudah lebih dari 78 tahun tanah saya digunakan untuk akses jalan Kantor Kecamatan tanpa ada kesepakatan atau izin dari kami selaku pemilik lahan dan perlu diketahui bahwa kami sudah cukup lama dan sudah berkali kali mempermasalahkan hal ini namun tidak juga ada penyelesaian sehingga kami terpaksa menutup akses jalan menuju Kantor Kecamatan karena itu merupakan bagian dari tanah kami ” kata Suganda. (cr1)