SANI/RADAR DEPOK SOLIDARITAS: MIT Nurul Iman menyerahkan donasi kepada pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk membantu korban bencana alam Palu, Sulawesi Tengah, di lapangan sekolah, Jalan Karya Bakti, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kemarin (5/10).
SANI/RADAR DEPOK
SOLIDARITAS: MIT Nurul Iman menyerahkan donasi kepada pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk membantu korban bencana alam Palu, Sulawesi Tengah, di lapangan sekolah, Jalan Karya Bakti, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kemarin (5/10).

MI Terpadu Nurul Iman menggelar aksi solidaritas untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami yang menimpa Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan yang bernama MIT NURI Peduli Palu, Duka Palu Duka Kami diikuti oleh seluruh siswa kelas I-VI, kemarin (5/10).

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Aksi solidaritas tersebut merupakan bentuk sikap kepedulian para civitas madrasah kepada korban bencana alam di Palu. Sekaligus menumbuhkan rasa empati siswa terhadap sesama umat muslim yang terkena musibah.

Bertempat di lapangan yang berada di depan sekolah, di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji. Para siswa sudah berkumpul sejak pukul 07.00 dan mulai melaksanakan rutinitas Salat Duha bersama. Bedanya, kali ini ditambah dengan Salat Gaib dan penampilan siswa membaca puisi.

Tak lupa juga diselipkan dengan pengumpulan donasi oleh para siswa dari uang sakunya. Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak Senin hingg kemarin. MIT Nurul Iman berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp31 Juta yang disalurkan melalui pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Alhamdulillah berkat dukungan dari pihak sekolah, siswa, dan orangtua donasi ini dapat terkumpul. Semoga bermanfaat untuk saudara yang ada di Palu,” kata Wakil Kepala MIT Nurul Iman Bidang Kesiswaan, Junaidi Abdullah kepada Radar Depok.

Sekitar pukul 09.30 WIB, para siswa berkumpul di lantai 3 gedung sekolah. Para siswa tersebut mendapatkan materi edukasi ketika terjadi bencana alam dari pihak ACT. Para siswa antusias saat mengikuti simulasi bencana tersebut.

Pihak MIT Nurul Iman berharap dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini para siswa mendapat pengetahuan yang baru dan rasa empati terhadap sesama tertanam dalam diri sejak dini. Serta menjadikan musibah ini sebagai pelajaran untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.

“Semoga bencana di Palu segera berakhir dan kami percaya pasti ada kemudahan dari setiap kesulitan yang terjadi. Duka Palu adalah Duka Kami sebagai sesama umat manusia,” tutup Junaidi. (*)