REGI/RADAR DEPOK BANTUAN: SMAN 5 Depok mengadakan kegiatan donasi sosial dalam rangka peduli Palestina, Lombok, Palu, Donggala, dan Sigi, yang terkumpul Rp101.775.600.
REGI/RADAR DEPOK
BANTUAN: SMAN 5 Depok mengadakan kegiatan donasi sosial dalam rangka peduli Palestina, Lombok, Palu, Donggala, dan Sigi, yang terkumpul Rp101.775.600.

Bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyentuh seluruh lapisan masyarakat. SMAN 5 Depok pun turut andil dalam memberikan kepedulian mereka terhadap para korban. Dalam kegiatan Salam Ukhuwah SMAN 5 Depok (Sakhusa), tidak hanya sekedar diisi dengan kegiatan keagamaan saja, tetapi juga diadakan kegiatan donasi sosial.

LAPORAN : Regi Pranata Bangun

Halaman SMAN 5 Depok berdiri panggung berukuran besar dengan ratusan siswa dihadapannya. Tampak dari sekian ratusan siswa tersebut, ada beberapa siswa yang berdiri sambil berkeliling dengan membawa beberapa wadah kardus. Siswa-siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut, tidak sungkan untuk memasukan uang ke dalam wadah tersebut.

Itu adalah bagian dari donasi sosial yang merupakan bagian dari kegiatan Sakhusa yang merupakan kegiatan rutinitas ekstrakulikuler rohani Islam (Rohis) di SMAN yang berlokasi di Perumahan Bukti Rivaria, Kecamatan Sawangan tersebut.

Kepala SMAN 5 Depok, Jarkasih mengatakan, dalam kegiatan sosial tersebut, tidak hanya untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng. Tetapi, hasil dari donasi tersebut akan diberikan sepenuhnya ke organisasi cepat tanggap darurat, Qupro. Uang yang terkumpul dari donasi tersebut, yakni Rp101.775.600.

“Bantuan sosial ini, dalam rangka peduli Palestina, Lombok, Palu, Donggala, dan Sigi. Intinya kami ingin membantu orang yang memang sedang membutuhkan bantuan sekarang ini,” ucapnya kepada Radar Depok.

Jarkasih berharap dengan adanya sisipan kegiatan sosial donasi, siswa-siswa di SMAN 5 Depok lebih peka lagi terhadap lingkungan sekitarnya. Karena, membantu orang terkadang tidak memerlukan alasan, tetapi memang keikhlasan yang dibutuhkan.

Ini juga jadi bagian dari pembentukan karakter siswa yang berlandaskan pada kehidupan bersosial. Karena, pada saat terjun ke dunia masyarakat, tidak hanya ilmu pengetahuan umum saja yang menjadi modal, tetapi karakter sikap dan sifat juga sangat dibutuhkan.

“Jadi, dalam kegiatan Sakhusa ini, meningkatnya nilai religius, karakter, moral serta semangat kebersaman,” jelasnya.

Dalam kegiatan Sakhusa tersebut, dihadiri juga oleh Ust. Ahmad Al-Habsi, Ust. Fuad Bakhtiar, Ust. Fadlil Al-Fatih, Dik Doank, dan beberapa penampilan lainnya. (*)