DEPOK – Developer perumahan elite Aruba Residence, akhirnya dipaksa menyerahkan aset fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) ke pemerintah Kota Depok. Hal ini menyusul, telah dilayangkan surat peringatan ke-3 dari Pemkot Depok.

“Saya sudah mendapat tembusannya, kalau Aruba Residence diberi SP3,” kata Lurah Depok, Kecamatan Pancoranmas, Mustakim kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Mustakim mengatakan, sebagian aset milik Perumahan Aruba Residence seharusnya sudah diserahkan pengelolaannya ke Pemkot Depok, dengan menyerahkan fasos fasum yang ada di dalam komplek. “Akses jalan seharusnya sudah diserahkan, sebagai aset milik pemkot untuk mempermudah pelayanan bagi warga,” kata Mustakim.

Sebelumnya telah diberikan SP1 pada Agustus, dan SP2 pada bulan September, kemarin akhirnya Pemkot Depok memberikan SP3 ke pengelola Aruba Residence.

Sempat dihalangi dan melalui perdebatan panjang, akhirnya tujuh rumah di perumahan Aruba Residence dapat menikmati aliran listrik. Itu setelah pihak pengelola menyambungkan kembali aliran listrik, Rabu (26/9) sore.

Meski begitu, belum ada jaminan serta kepastian apakah arus listrik tidak akan diputus lagi oleh pengelola perumahan. Diketahui, Rabu (26/9) sekitar pukul 11.00 wib petugas PLN Depok kembali mendatangi perumahan Aruba Residence.

Dengan membawa hasil rapat negosiasi bersama Polresta Depok, PLN, dan Pemkot Depok, PLN berencana menyambungkan kembali arus listrik yang padam di blok A6, A25, B1, B2, C32, B16, dan C53, perumahan Aruba Residence. “Petinggi PLN Kota Depok sempat datang lagi ke Aruba, tapi masih dihalang-halangi pihak developer,” kata Humas PT PLN Area Depok, Setiyo Budiono kepada Radar Depok.

Namun demikian, kuasa hukum warga Aruba Residence, Wahyu Argono mengatakan, sempat ada penolakan dari satpam Aruba Residence, alasannya mereka belum mendapatkan izin. “Ditolak satpam, PLN balik lagi,” ujat Wahyu.

Melewati perseteruan antara warga dengan pihak developer Aruba Residence, akhirnya pihak developer mau mengalirkan kembali listrik ke rumah warga.

“Sore sekitar jam 15.30 akhirnya developer mau menyambungkan kembali listriknya, dan jam 16.00 lampu sudah menyala” kata Wahyu.

Namun, pihak PLN tidak diperkenankan menyambung kembali ke rumah warga. “Yang benerin pihak developer sendiri, PLN juga tidak boleh lihat cara menyambungkannya,” kata Wahyu.

Namun demikian dirinya mengatakan, belum ada yang bisa menjamin, developer Aruba Residence tidak lagi mengulangi perbuatannya. “Tidak ada jaminan, kalau nantinya bakal di putus lagi,” papar Wahyu.

Dia menekankan, jika pihak developer Aruba Residence memblokir jalan, dan memutus aliran listrik itu merupakan tindakan pidana. “Kalau memutus aliran listrik, dan memblokir jalan itu merupakan tindakan pidana, dan tak segan-segan mempidanakan pihak developer,” tandas Wahyu.(rub)