IMMAWAN/RADAR DEPOK
SEMANGAT: Walikota Depok Mohammad Idris didampingi Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, dan Ketua KONI Kota Depok Amri Yusra melepas kontingen Kota Depok, yang berlaga di Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018, di Lapangan Balaikota Depok, kemarin (01/10).

DEPOK – Walikota Depok Mohammad Idris melepas kontingen Kota Depok, yang berlaga di Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018, di Lapangan Balaikota Depok, kemarin (01/10). Pelepasan dirangkai dengan upacara perinagatan Hari Kesaktian Pancasila.

Kontingen tersebut, terdiri dari 412 atlet yang berasal dari 39 cabang olah raga. Dan akan bertanding pada 6-16 Oktober di Kabupaten Bogor.

Perlu diketahui, sebelumnya terdapat beberapa cabor Porda Jabar yang sudah dipertandingkan sejak 23 September. Di antaranya, Terjun Payung, Bulu Tangkis, Futsal Putri/Putra, Sepak Bola, dan Renang.

”Selamat berjuang untuk seluruh kontingen. Tingkatkan semangat demi mewujudkan Kota Depok yang unggul di Porda Jabar 2018,” kata Idris kepada Radar Depok.

Ketua KONI Kota Depok Amri Yusra menambahkan, jumlah atlet tahun ini meningkat dibandingkan Porda 2014 yang hanya mengirimkan 212 atlet. Penyebabnya, ada penambahan cabor yang dipertandingan. Yakni, Arung Jeram, Gateball, dan Petanque. KONI juga memberi kesempatan kepada seluruh atlet yang lolos babak kualifikasi.

”Tidak seperti daerah lain yang hanya mengirim atlet-atlet unggulannya saja,” terang Amri kepada Radar Depok.

Setiap atlet yang lolos babak kualifikasi lanjut Amri, merupakan putra kebanggaan Kota Depok yang berhak membela kotanya di ajang Porda 2018. Amri berharap, peningkatan jumlah atlet berbanding lurus dengan perolehan medali.

            ”Porda lalu diperingkat 22, tahun ini kami incar peringkat 15 besar. Dan target 20 medali emas,” harap Amri.

Terpisah, 306 atlet mendapatkan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengatakan, jaminan sosial ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemkot Depok terhadap para atlet. Hal ini juga diharapkan bisa memberikan semangat agar meraih kemenangan.

“Atlet Depok dapat jaminan kecelakaan kerja dan kematian,” kata Pradi kepada Radar Depok.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Multanti menuturkan, melalui UU Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 BPJS Ketenagakerjaan merupakan Badan Hukum publik yang ditunjuk oleh pemerintah dalam memberikan jaminan sosial dan kesejahteraan pada masyarakat pekerja.

Adapun program yang dilaksanakan adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT). Program ini ada sejak Januari 2014 dan ditambahkan 1 program yaitu Jaminan Pesiun (JP) sejak tanggal 1 Juli 2015.  “Jaminan Sosial pun dapat diberikan kepada setiap pekerja, dan bukan hanya terbatas pada pekerja penerima upah (PU) tetapi bagi pekerja bukan penerima upah (BPU),” kata Multanti, kepada Radar Depok.

Sebelumnya, pada 30 Mei lalu ada perjanjian kerjasama antara KONI dan BPJS Ketenagakerjaan, tentang sinergi penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pelaku olah raga.

“Tujuan demi melindungi seluruh atlet olahraga yang notabene sebagian besarnya memiliki risiko saat bertanding maupun latihan,” tutur dia.

Adapun jaminan yang diberikan melalui pendaftaran kepada Badan Penyelenggara adalah dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan klasifikasi rasio kecelakaan antara 0,24 persen sampai 1,72 persen. Hal itu sesuai kategori cabang olahraga. Selain itu para atlit juga masuk ke dalam program Jaminan Kematian (JKM), ada akibat kecelakaan kerja sejumlah 60 persen dikali 80 bulan upah.

Sedangkan, santunan kematian mendapatkan Rp3 juta, santunan berkala selama 24 bulan sebulan Rp200 ribu. Untuk manfaat Jaminan Kematian (JKM) yaitu meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan tidak ada hubungan kecelakaan kerja kepada ahli waris diberikan santunan sejumlah Rp24 juta.

Dalam penetapan program di atas, BPJS Ketenagakerjaan memiliki tata cara pembayaran iuran atas dua program JKK dan Jaminan Kematian sesuai klasifikasi rasio kecelakaan kerja masing-masing cabang olahraga. Antara 0,24 persen sampai 1,72 persen perorang, ditambahkan dengan rasio kematian 0,3 persen.

“Penerapan ini telah diamanahkan oleh KONI kepada 306 orang atlit sudah di daftarkan perlindungan Jaminan Sosialnya selama dua bulan,” tandasnya. (mg2/irw)