Bayi Tanpa Anus Diperhatikan Pemkot Depok-Baznas

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
TERTIDUR: Rayyan, bayi yang tidak memiliki anus tertidur pulas di rumah orang tuanya di Kecamatan Beji.

DEPOK – Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, akan membantu bayi lahir tanpa anus, bernama Rayyan Haryo Ardianto. Bantuan tersebut pendampingan berupa konsultasi ke puskesmas, dan penyiapan ambulan bila diperlukan.

Sekretaris Dinkes Depok, Ernawati mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan puskesmas untuk memberikan pendampingan kepada bayi tersebut. Kata Erna, bayi Rayyan masih berusia dua bulan sudah mendapatkan layanan kesehatan lewat, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurutnya, keluarga bayi sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mandiri. “Secara umum pelayanan kesehatan sudah didapat oleh bayi,” kata dia kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Erna menambahkan, langkah selanjutnya, puskesmas akan terus melakukan home visit dan memeriksa bayi secara berkala. “Sedangkan, untuk operasi pembuatan lubang anus dapat dilakukan dengan menggunakan BPJS Kesehatan,” ulasnya.

Terpisah, ibu Rayyan, Oklavia mengatakan, Rayyan sudah dioperasi pertama untuk pembuatan lubang untuk pembuangan kotoran di perut. “Insya Allah operasi ke 2 pembuatan lubang anusnya tanggal 31 Oktober,” ucap Oklavia, kepada Radar Depok.

Sebelumnya, Walikota Depok Mohammad Idris akan bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok. Bantuan itu untuk membantu kedua orangtua Rayyan yaitu Oklavia Supriatin (39) dan Haryanto (44) dalam hal mencari biaya rawat jalan anaknya, yang mencapai Rp2,5 juta per bulan.

“Yang jelas kita ngga bisa intervensi, atau menekan Baznas karena kita belum bersinergi 100 persen dengan Baznas, dengan program-programnya, ada alurnya. Tapi kita akan upayakan melalui koordinasi,” kata Idris.

Menurutnya, Baznas memiliki pertimbangan tersendiri sebelum memberikan bantuan materi kepada warga yang mengajukan bantuan. Dan itu independensi mereka.

Pihaknya, tidak dapat mendesak Baznas agar mengabulkan permohonan orangtua Rayyan. Karena pemasukan wajib zakat Baznas tidak ditanggung oleh Pemkot Depok. “Kalau kita mau seluruh, dalam tanda kutip disetir pemerintah, ya pemasukan, para wajib zakat harus ditopang oleh pemerintah. Tapi ini yang belum kita lakukan,” katanya.(irw)

You may also read!

kampung siaga korona diapresiasi

Kampung Siaga Covid -19 Diapresiasi Warga

SIAGA : Pengurus Kampung Siaga Covid - 19 Kelurahan Depok menggunakan APD. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...
kodim salurkan bantuan

Kodim Salurkan Bantuan Beras 17,5 Ton

SOSIAL : Prajurit Kodim 0508/Depok tengah membantu salah seorang penerima bantuan, untuk mengakses mesin ATM

Read More...
baznas bojongsari

Baznas Kecamatan Bojongsari Salurkan Bantuan : Berikan 50 Karung Beras Lewat Kecamatan

TERIMA BANTUAN : Camat Bojongsari Dede Hidayat menerima bantuan sembako dari Baznas Bojongsari. FOTO :

Read More...

Mobile Sliding Menu