SANI/RADAR DEPOK PEMILU: Seluruh siswa SMP Islam Terpadu Nurul Fikri sedang menjalankan proses pemilihan umum Ketua OSIS Periode 2018-2019, di lapangan indoor sekolah, Jalan Raya Tugu, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.
SANI/RADAR DEPOK
PEMILU: Seluruh siswa SMP Islam Terpadu Nurul Fikri sedang menjalankan proses pemilihan umum Ketua OSIS Periode 2018-2019, di lapangan indoor sekolah, Jalan Raya Tugu, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tidak hanya cukup dengan aklamasi. Sistem demokrasi sudah dikenalkan sejak dini kepada siswa, seperti yang dilakukan SMP Islam Terpadu Nurul Fikri (SMPIT NF) dalam pemilihan ketua OSIS periode 2018-2019.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Wakil Kepala SMPIT NF Bidang Kesiswaan, Junaedi mengatakan, pemilihan ketua OSIS di sekolah kini sudah menggunakan sistem pemilihan umum yang diterapkan di Indonesia. Yakni dengan cara pencoblosan.

“Sistem pemilu seperti ini mengajarkan anak didik untuk belajar berorganisasi,” kata Junaedi kepada Radar Depok, saat ditemui di sekolah, Jalan Raya Tugu, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Dalam pemilihan ketua OSIS tahun ini, terdapat lima kandidat yang bertarung. Nomor urut 1 ditempati Ardell Rasendriya Mohammad, nomor urut 2 ada Muhammad Yattaqi Widjoyanto, lalu nomor urut 3 diisi Fatiha Nur Annisa, kemudian nomor urut 4 ada Athiya Zahira Hilmi, dan nomor urut 5 Ghazlina Izzah.

Sebelum pencoblosan dimulai, lanjut Junaedi, ke lima kandidat terlebih dahulu tampil dalam hebat kandidat untuk memaparkan visi-misi. Lalu dilanjutkan tahap pencoblosan yang dibagi dua tahap, untuk siswa putra dan siswa putri dipisah.

“Di sekolah ada jenjang kepengurusannya, ada perintis di kelas VII, pelopor di kelas VIII, dan terakhir ada patriot di kelas IX. Itu artinya memang sudah terbiasa berorganisasi,” lanjut Junaedi.

Junaedi menjelaskan, pemilihan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan sistem elektronik melalui E-Voting. “Tahun ini karena pemilihan umum sangat dekat dengan Ujian Tengah Semester maka semua persiapan yang dilakukan sangat minim, jadi pemilihan dilakukan dengan cara manual,” jelasnya.

Fatiha Nur Annisa yang biasa disapa Nisa berhasil memperoleh suara terbanyak. Suara yang diperoleh olehnya ialah 147, disusul Ardell dengan perolehan suara sebanyak 110, Yattaqi dengan 64 suara, sementara Izzah 54 suara dan Athiya peroleh 9 suara.

“Pemilihan umum ini diikuti sebanyak 436 siswa. Total suara yang diperoleh ialah 391 suara yang sah dan 45 yang abstain,” tutup Junaedi. (*)