ATLET Shorinji Kempo Kota Depok, Muhammad Nur Hidayat
Atlet Biliar Kota Depok, Hedra dan Syafrijal

DEPOK – Tepat satu hari setelah upacara pembukaan Porda Jawa Barat XIII. Atlet cabang olahraga (cabor) Shorinji Kempo dan Billiard, berhasil menambah pundi-pundi perolehan medali emas Kota Depok menjadi enam keping.

Dari cabor Shorinji Kempo, medali emas ke-5 Kota Depok diraih oleh Muhammad Nur Hidayat, di nomor pertandingan Randori kelas 65 kg, pada Minggu (7/10) siang. Kemudian di malam harinya, giliran duet maut Hendra/Syafrijal, yang mencatatkan kemenangan di nomor ganda English Billiar.

Hanya perlu satu serangan bagi Muhammad Nur Hidayat, untuk mengunci satu medali emas dari cabang olahraga Kempo menjadi milik Kota Depok. Tim wasit menghadiahkan poin wazari kepada Hidayat, setelah tendangannya clean menghantam pelindung badan petarung dari Kabupaten Cianjur, Riana Romliandi pada partai final Cabor Kempo. Emas diraih Hidayat di nomor Randori kelas 65 kg di Gedung Pendulum Nusantara Hall, PT PMLI, Gadog, Kabupaten Bogor, pada Minggu (7/10).

Dengan kemenagan ini, Hidayat berhasil mempertahankan medali emas yang dia rebut sejak Babak Kualifikasi Porda Jawa Barat XIII, November 2017.

ATLET Shorinji Kempo Kota Depok, Muhammad Nur Hidayat

Keberhasilan ini merupakan buah dari rangkaian persiapan dan latihan keras, yang dia lakukan selama hampir setahun ini.

”Jadi sebenarnya, kebanggan terbesar dari kemenangan ini adalah kesuksesan saya dan tim pelatih untuk mempertahankan medali emas ini. Karena mempertahankan medali jauh lebih berat dibanding merebutnya,” ujar Hidayat kepada Harian Radar Depok di lokasi pertandingan.

Menurut petarung kelahiran 16 November 33 tahun silam ini, kunci keberhasilannya mempertahankan medali emas adalah kebiasannya melakukan simulasi pertandingan, serta konsistensinya berlatih tehnik pertandingan yang diajarkan senpai-pelatihnya. Baik itu tehnik menyerang, maupun bertahan.

”Simulasi dan konsistensi latihan ini bertujuan melatih refleks. Dan membiasakan tubuh melancarkan jurus-jurus tanpa berpikir lagi,” imbuhnya.

Pelatih Randori Kota Depok, Poernomo Agoeng Soelistyo merasa bersyukur atas keberhasilan atlet binaannya ini. Sebab, menurut dia, mempertahankan medali merupakan tantangan yang berat bagi atlet.

”Ini adalah hasil konsistensi dan disiplin Hidayat dalam menerapkan program latihannya selama ini,” seru Agoeng.

Sementara itu, tampaknya Hendra dan Syafrijal tak mengalami kendala menekuk pasangan Dhendi / Agus di partai final nomor english billiar. Melalui penguasaan tekhnik yang matang, duet pe-biliard berkepala pelontos itu sukses memupus asa duet dari Kabupaten Cirebon tersebut.

Duet Hendra/Syafrijal dan Hidayat sama-sama mempersembahkan medali emas yang diperoleh untuk keluarga besar kontingen Porda Kota Depok. Termasuk didalamnya, rekan sesama atlet, pelatih, manajer, dan pengurus KONI Kota Depok.

”Tanpa perhatian dan dukungan dari mereka semua, medali ini tidak mungkin bisa saya menangkan,” ucap mereka kompak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kota Depok, Amri Yusra mengacungkan jempol untuk prestasi yang telah di torehkan.

”Semoga keberhasilan ini dapat menambah semangat atlet-atlet Kota Depok lain yang sedang berjuang,” pungkasnya.(mg2)