REGI/RADAR DEPOK IDENTIFIKASI: Ali Akbar, remaja warga RT3/RW9 Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan ditemukan tak bernyawa di pinggir kali.
REGI/RADAR DEPOK
IDENTIFIKASI: Ali Akbar, remaja warga RT3/RW9 Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan ditemukan tak bernyawa di pinggir kali.

DEPOK – Nasib malang menimpa AA, remaja warga RT3/RW9 Kelurahan Cinangka, Sawangan. Siswa SMP ini ditemukan tewas dipinggir Kali Ciputat, Kampung Bulak, sekitar pukul 11:00 WIB. Di tubuhnya ditemukan sejumlah luka sayatan benda tajam.

Jasad AA pertama kali ditemukan Muhidin (41), sepulang membeli pakan ikan di rumah mertuanya. Saat melintas di kali tersebut, ia melihat AA sudah dalam kondisi tergeletak di pinggir kali. Kemudian ia berlari memanggil warga.

“Sampai sekarang saya lemes, gak nyangka bisa nemu mayat. Tadi sih ada warga yang kenal sama jasad remaja ini, katanya anak Jalan Harkani,” terang Muhidin.

Saat ditemukan, AA mengenakan kaos biru dan celana sekolah pramuka. Ditubuhnya terdapat luka sayatan, terutama di leher dan urat nadi korban terputus.

“Katanya, dia sepulang sekolah pamit main dan ganti baju saja. Lukanya di urat nadi dan leher, darahnya sudah agak kering waktu itu,” papar Muhidin.

Terpisah, orantua korban, Sumarno mengaku, sangat terpukul atas kematian buah hatinya, dengan cara yang sangat mengenaskan.

Sebelum kejadian, anak sulung pasangan Sumarno- Ama tersebut sekitar pukul 09.30 WIB sempat pulang sekolah ke rumah. “Korban udah ganti baju kaos hitam namun celana masih panjang Pramuka coklat,”ujar Marno -sapaanya-  sambil menahan isak tangis di rumah duka , Sabtu (6/10) sore.

Korban sempat meminta uang jajan Rp10 ribu untuk main. Namun, uang itu belum sempat dikasih Marno lantaran dia sudah keburu pergi ngojek.

“Awalnya anak saya mau pake motor untuk main, karena tidak saya kasih mau dipakai ngojek. Setelah itu, anak saya langsung keluar rumah alasannya mau main futsal sama temen-temennya,” kata dia.

Berselang dua jam, Marno dapat kabar anaknya tersebut sudah tewas. “Tragis banget kematian anak saya dengan cara dianaiya. Tidak sanggup melihat keadaan anak saat di kali penuh darah dan urat nadi tangan kanan sudah putus,” tambahnya.

Sehari-hari anaknya dikenal sangat pendiam dan tidak pernah macam-macam. “Jangankan main yang tidak bener, badung (nakal) aja tidak pernah,”ungkapnya.

Sebagai orang tua, Marno berharap polisi dapat segera menangkap pelakunya. ”Pelakunya harus mendapatkan hukuman setimpal atas segala perbuatan yang telah dilakukan terhadap anak saya,” tegasnya.

Sementara, Plh Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus, mengatakan, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan dan korban langsung dibawa ke RS untuk dilakukan otopsi.

Dia juga mengaku, pihaknya telah membentuk tim khusus terkait peristiwa penemuan mayat.

“Polresta Depok telah bentuk Timsus untuk menangani peristiwa ini,” tutup AKP Firdaus.(cr1)