DERY RIDWANSYAH/JAWA POS KONFRENSI PERS: (Dari Kiri) Jubir KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konfrensi pers penetapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan properti.
DERY RIDWANSYAH/JAWA POS
KONFRENSI PERS: (Dari Kiri) Jubir KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konfrensi pers penetapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan properti.

JAKARTA – Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan itu atas keterlibatannya dalam dugaan kasus suap izin pemberian perizinan properti. Dengan status itu, kini Neneng pun dijemput penyidik antirasuah tersebut.

“Tim melakukan penjemputan untuk bupati. Sekarang tengah dalam perjalanan ke KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin malam (15/10)

Selain Neneng, sebelumnya KPK telah mengamankan 10 orang. Di antaranya kepala dinas dan beberapa pihak swasta.

Di pihak lain, sebelumnya Neneng sendiri sempat mengaku tak tahu menahu perihal OTT KPK di wilayahnya. Dia malah ikut kaget dengan kabar operasi senyap KPK tersebut.

“Saya enggak tahu (OTT). Semalam (maghrib) saya di rumah. Saya kagetlah pasti. Siapanya juga enggak tau. Izinnya apa saya enggak tahu juga, di internet kan disebutnya ada 10 orang (yang ditangkap),” ungkapnya kepada awak media, di kantor Pemkab Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Senin (15/10).

Sementara pihak lainnya yang ditetapkan KPK sebagai tersangka ada delapan orang. Satu di antaranya Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Billy diduga pemberi suap.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, penetapan tersangka terhadap beberapa pihak itu karena berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan total 9 orang sebagai tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konfrensi pers, di kantornya, Senin malam (15/10). (ipp/JPC)