AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK GENERASI SEHAT: Warga membawa anaknya melakukan pengecekan kesehatan di Posyandu Semangka RW12, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, sebelum diberikan obat cacing.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
GENERASI SEHAT: Warga membawa anaknya melakukan pengecekan kesehatan di Posyandu Semangka RW12, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, sebelum diberikan obat cacing.

DEPOK – Sadar tidak sadar di dalam tubuh manusia terdapat cacing, terutama dalam diri anak. Menjaga generasi Indonesia tetap sehat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menargetkan seluruh puskesmas menjalankan program pemberian obat cacing kepada anak di usia 12 bulan hingga 12 tahun. Pemberian obat cacing tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2018.

“Semua puskesmas ada program pemberian obat cacing dan target diselesaikan sampai Desember 2018,” kata Kepala Dinkes Depok, Novarita kepada Radar Depok, kemarin.

Dinkes menargetkan sebanyak 349.550 anak mendapat obat cacing. Pemberian obat tersebut khusus untuk usia 12 bulan (1 tahun) hingga 12 tahun, agar pertumbuhan anak maksimal dan sehat.

“Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) jumlah 349.550 anak itu 15 persen dari jumlah penduduk warga Depok,” kata Novarita.

Pemberian obat cacing dilangsungkan di puskesmmas di seluruh Kota Depok, dan dibantu oleh kader posyandu. “Tapi belum semua puskesmas melaksanakan pemberian obat cacing,” kata dia.

Dengan mengkonsumsi obat cacing, maka anak-anak dapat terhindar dari penyakit cacingan. Dengan begitu, tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.

“Cacingan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, karena sifat cacing yang memakan nutrisi dalam tubuh. Akibatnya dapat menyebabkan anak kekurangan gizi, dan terjadi stunting karena pertumbuhan yang kurang baik,” tandas Novarita.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ratujaya, Frovira Brilyandini mengatakan, penyakit cacingan tidak mengenal batasan umur.

Namun begitu, penyakit cacingan juga dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta rutin mengkonsumsi obat cacing enam bulan sekali.

“Selain menerapkan PHBS, masyarakat dianjurkan untuk minum obat cacing setahun dua kali atau dalam waktu enam bulan sekali. Ini juga berlaku untuk anak-anak dan dewasa,” katanya.

Sejauh ini di wilayah Ratujaya dan Pondok Jaya tidak ditemukan kasus kematian akibat penyakit cacingan.

Jika terkena penyakit tersebut, seseorang bisa terganggu produktivitas dan terhambat pertumbuhan fisiknya. Sebab, cacing yang ada di dalam tubuh bisa mengambil nutrisi yang dibutuhkan.

“Adapun untuk dosis anak usia satu sampai dua tahun diberikan hanya setengah tablet kunyah. Untuk usia dua sampai 12 tahun diberikan dosisnya satu tablet kunyah,” katanya.

Pemerintah dalam hal ini, kata Opi-panggilan akrabnya, memfasilitasi minum obat cacing sekali dalam setahun. Kegiatan ini juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat betapa pentingnya mengkonsumsi obat cacing secara rutin.

“Ini adalah bentuk pencegahan. Kalau ada yang terkena penyakit ini, penderita harus rutin minum obat dalam jangka waktu tertentu. Sebelum kejadian, kami antisipasi dengan melakukan upaya preventif. Mudah-mudahan dapat mengurangi penderita cacingan di Kota Depok,” pungkas Opi. (irw)