REGI/RADAR DEPOK PENYULUHAN: Komunitas Daun Salam (KDS) gelar seminar tentang kekerasan wanita dan anak Kpta Depok.
REGI/RADAR DEPOK
PENYULUHAN: Komunitas Daun Salam (KDS) gelar seminar tentang kekerasan wanita dan anak Kpta Depok.

DEPOK – Kekerasan wanita dan anak masih jadi persoalan di sekitar masyarakst Kota Depok. tindakan kekerasan tersebut membuat Komunitas Daun Salam (KDS) Kota Depok menggelar seminar, bertajuk “Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Depok”. Turut hadir dalam seminar tersebut, Ketua TP PKK Kota Depok Elly Farida, Anggota DPRD Kota Depok Sahat Farida Berlian, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dan Komisioner Komnas Perempua Sayr Tumiur Situmorang.

Tidak sampai disitu, KDS yang terbentuk dari perempuan alumni Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Jakarta ini juga menganggap menjadi tanggung jawab semua pihak. Dia pun berharap semua pihak dapat bersama untuk mencegah dan menanggulangi persoalan itu terjadi di sekitar masyarakat.

KDS menggelar seminar pada Sabtu, 6 Oktober 2018, di D’Mall Depok, Jalan Margonda Raya Kav. 88, Kemiri Muka, Beji Depok. seminar tersebut dimulai sejak pukul 12.30 hingga 16.30. seminar diselenggarakan, karena keresahan KDS pada kasus kekerasan terhadap wanita dan anak. bahkan, menurut KDS kasus tersebut sama bahaya dengan persoalan sampah, kemacetan dan juga masalah Pedagang Kaki Lima (PKL)

“Peduli terhadap persoalan-persoalan sosial khususnya terkait perempuan dan anak tergerak untuk ikut serta menyikapi persoalan ini,” kata KDS.

Ketua KDS, Detty memaparkan, dengan adanya seminar tersebut seluruh pihak terkait di Kota Depok dapat dengan serius menanggulangi kasus-kasus yang telah terjadi di Kota Depok. Khususnya Kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Harapannya agar dapat terbangun sinergitas antara lembaga legislative, Pemerintah Kota Depok dan Masyarakat secara umum dalam meyikapi persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Depok,” pesan Detty.

Dia menguraikan, Lembaga Legislatif sebagai pengawas dalam pelaksanaan program yang dilakukan oleh pemerintah Kota Depok. Serta, memberikan masukan atau arahan agar Pemerintah Depok dapat membuat program yang melindungi perempuan yang menjadi korban.

“Untuk masyarakat sendiri adalah bagaimana peran serta masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap kekerasan perempuan dan anak,” tutur Detty

Selain itu, Detty mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif guna mendorong pemerintah kota untuk membuat kebijakan yang memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.

“Pemerintah Kota Depok, dalam hal ini P2TP2A dalam memberikan layanan dan membuat kebijakan. Yang berspektif bagi perempuan atau anak yang menjadi korban kekerasan,” tutup Detty. (cr1)