INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK MENEMANI: Kepala Disdagin Kota Depok, Kania Parwanti ketika mendampingi Walikota Depok, Mohammad Idris meninjau fasilitas di Pasar Cisalak.
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
MENEMANI: Kepala Disdagin Kota Depok, Kania Parwanti ketika mendampingi Walikota Depok, Mohammad Idris meninjau fasilitas di Pasar Cisalak.

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin)  terus berupaya untuk menambah jumlah pasar tertib ukur di seluruh pasar tradisional yang ada di wilayahnya. Pasar tradisional selanjutnya yang akan dicanangkan sebagai pasar tertib ukur yaitu Pasar Agung, Pasar Tugu, Pasar Musi Baru, dan Pasar Depok Jaya.

LAPORAN: INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Di gedung Pasar Cisalak, Kepala Disdagin Kota Depok. Kania Parwanti sedang berjalan mendampingi Walikota Depok Mohammad Idris meninjau seluruh fasilitas yang ada di Pasar Cisalak. Satu persatu anak tangga ditelusurinya bersama walikota dan seluruh petugas pasar untuk menemani walikota meninjau pasar mulai dari lantai paling dasar hingga yang paling atas. Di sela–sela kegiatan tersebut, Kania Parwanti menuturkan, saat ini pihaknya sedang konsern untuk menambah jumlah pasar tertib ukur di Depok.

“Saat ini kita sudah mulai melakukan sosialisasi ke keempat pasar tradisional yang akan diberi predikat tertib ukur. Sosialisasi tersebut dimaksudkan agar para pedagang memahami terkait pentingnya pasar tertib ukur,” tutur Kepala Disdagin Kota Depok, Kania Parwanti saat meninjau Pasar Cisalak , Jumat (12/10).

Dia mengatakan, pengadaan pasar tertib ukur sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap konsumen. Dengan adanya pasar tertib ukur diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional. “Dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat, maka akan meningkatkan roda perekonomian di pasar tersebut,” ujarnya.

Kania menambahkan, untuk menjadikan pasar tradisional menjadi tertib ukur, terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan. Diantaranya, memberikan sosialisasi kepada para pedagang terkait pasar tertib ukur, mendata Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang digunakan, melakukan sidang tera dan sidang tera ulang.

“Kemudian nanti akan ada penilaian dari Direktorat Metrologi untuk menentukan apakah pasar tersebut sudah layak menjadi pasar tertib ukur atau belum,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini Kota Depok telah memiliki dua pasar tertib ukur yaitu Pasar Sukatani dan Pasar Cisalak. “Baru dua pasar itu yang tertib ukur, sisanya kita upayakan untuk segera menyusul,” pungkasnya. (*)