DICKY/RADARDEPOK TINGKATKAN KEIMANAN: Sausana pengajian Al Hidayah di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
TINGKATKAN KEIMANAN: Sausana pengajian Al Hidayah di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Pengajian Al Hidayah Kelurahan Curug merupakan kegiatan rutin kader PKK kelurahan dalam memberikan bekal ilmu keagamaan. Pada pengajian tersebut, kader PKK dibekali ilmu tentang peranan perempuan dalam membentengi generasi penerus bangsa dari pengaruh aliran sesat.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Puluhan kader PKK Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, memenuhi ruangan lantai dua kantor kelurahan. Puluhan kader tersebut tampak antusias mengikuti pengajian yang rutin dilaksanakan tiap bulannya dalam mewujudkan Kota Depok sebagai kota religius.

Usai kegiatan, Lurah Curug, Juanda mengatakan, pengajian PKK Al Hidayah rutin dilaksanakan tiap pekan pertama. Pengajian Al Hidayah merupakan salah satu upaya menambahkan ilmu kegamaan dan pengetahuan kader PKK kelurahan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Tidak sedikit perwakilan dari majelis taklim di lingkungan mengikuti pengajian Al Hidayah,” ucap Juanda.

Juanda mengutarakan, pembekalan ilmu keagamaan dan pengetahuan lainnya diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat. Pembekalan ilmu kegamaan dinilai penting untuk menguatkan kader dari hal yang dilarang agama, sehingga tidak berdampak dalam kehidupan bermasyarakat.

Masih ditempat yang sama, penceramah pengajian Al Hidayah, Khairullah Ahyari menuturkan, kader PKK harus mengerti peranan perempuan khususnya ibu rumah tangga, membentengi anak sebagai generasi penerus bangsa dari pengaruh aliran sesat yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Berdasarkan data Majelis Ulama Indonesia, banyak aliran sesat yang berada di Indonesia dan tercatat sebanyak 300 aliran dan sebanyak 114 aliran berada di Jawa Barat. Untuk itu, kader PKK dapat melakukan kewaspadaan terutama untuk mencegah remaja untuk tidak mengikuti aliran sesat.

“Kaum ibu adalah benteng pertama dan utama dalam mengantisipasi pengembangan aliran sesat,” tutup Sekretaris MUI Kota Depok. (*)