MENGELUH: Calon konsumen Perumahan Green Citayam City yang berlokasi di kawasan Citayam Depok, Jalan Ragajaya, Citayam, menuai sorotan karena manajemen yang tidak baik menurut konsumen. Foto: Regi /Radar Depok.
MENGELUH: Calon konsumen Perumahan Green Citayam City yang berlokasi di kawasan Citayam Depok, Jalan Ragajaya, Citayam, menuai sorotan karena manajemen yang tidak baik menurut konsumen. Foto: Regi /Radar Depok.

Radar Depok, DEPOK – Batal jadi pembeli rumah di Perumahan Green Citayam City (GCC) yang berlokasi di kawasan Citayam, Depok, Jalan Ragajaya, seorang pembeli yang berinisial PD menuntut pihak pengembang untuk mengembalikan uang yang digunakan untuk dapat satu unit rumah di Perumahan GCC. Namun sayangnya, menurut PD, pihak pengembang bertele-tele dan mengulur waktu untuk mengembalikan uang tersebut.

Warga Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, PD memaparkan, awal mula niatnya untuk membeli rumah di perumahan di kawasan Citayam tersebut pada 2016 lalu. Dia dengan suaminya MF, berniat membeli rumah dengan luas bangunan 27 meter dengan luas tanah 84 meter di Perumahan GCC, dengan system pembayaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Harga jual yang ditawarkan pengembang, Rp 133,500,000, harga penambahan nilai bangunan (sisa tanah) Rp 24 juta, total harga beserta surat-surat Rp 167, 779, 000.

PD juga menambahkan, pada 11 Agustus 2016 sudah mentransfer senilai Rp 2,7 juta kepada pihak pengembang dengan keterangan pembayaran Booking Fee GCC. Kemudian, sambung PD, pada 14 Agustus 2016 mentransfer lagi uang Rp 16,9 juta dengan keterangan uang muka biaya proses KPR pembelian.

“Itu pembayaran saya. 28 Agustus di tahun yang sama, saya mentransfer uang lagi ke pengembang senilai Rp 2 juta sebagai angsuran pertama dan ada tanah lebih di rumah itu yang harus saya bayar,” tutur PD

Lebih dari dua tahun sudah, kata Dia, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pembelian rumah. Hingga, PD dan MF mengambil keputusan untuk membatalkan pembelian tersebut dan meminta uangnya dikembalikan.

“Sempat dipindah unit, dari blok A ke blok lain. Saya sudah setuju, tapi menunggu lama tidak ada juga kepastian hingga saat ini, saya memutuskan untuk membatalkan pembelian rumah di perumahan tersebut,” ungkap PD

Dina juga mengklaim, pihak marketing dari Perumahan GCC, Arine sering kali meremehkan dan tidak memiliki sopan santun pada pembeli. “Kadang kita datiag dan ngobrol, dia sambil naik kakinya di meja. Jadi kaya diremehkan,” tegas PD

PD membeberkan ada beberapa kejangalan di pihak pengembang. Lantaran, imbuh PD, pihak pengembang sempat beberapa kali mencoba meminta uang senilai Rp 1 juta, dengan dalih agar proses penempatan rumah dipercepat. PD juga berharap, uangnya dapat dikembalikan secepatnya tanpa dicicil.

“Sempat diminta uang Rp 1 juta, dengan dalih agar rumah bisa cepat ditempatkan. Tapi tidak jadi saya kasih, saya lebih memilih untuk membatalkan pembelian rumah tersebut,” ujar PD, kemarin.

Selain itu, PD menjabarkan, prosesnya yang sedang dijalankan adalah pembatalan pembelian rumah. Namun, tanggal di surat pembatalan tidak sesuai dengan yang dicapkan pengembang GCC, Ibenk. Menurut PD, Ibenk meminta tanggal 30 November 2018, uang akan dikembalikan dengan cara dicicil. Ibenk berdalih, kata dia, penyebab pembayaran terlambat dikarenakan, nama Dina berada diurutan paling bawah dalam daftar pengembalian uang konsumen.

“Saya sih sebetulnya tidak mau. Mereka minta kami (PD dan MF) untuk menunggu hingga akhir November mendatang dengan cara dicicil setiap bulannya, kalau ditanya mau atau tidak, saya jelas tidak mau, tapi ya bagaimana lagi. Mereka terlalu meremehkan pembeli dan semena-mena,” ungkap PD.

Senada, calon pembeli lainnya, Ilmi mengatakan, hingga saat ini uangnya sama sekali tidak dikembalikan oleh pihak pengembang. “Saya sudah berkoodinasi dan komplain kepada Green Citayam City, termasuk marketing yang bertanggung jawab untuk mengembalikan uang booking,” ungkapnya

Namun, sambung Ilmi, tidak ada penyelesaian dan pihak manajemen tutup mata terkait masalah tersebut. Menurut Ilmi, jika pihak manajemen GCC berniat baik, pasti ada penyelesaian. “Akan tetapi hingga saat ini saya masih belum mendapat kabar baik dari pihak manajemen,” tandas Ilmi

Sementara, Project Manajer GCC, Ibenk saat dikonfirmasi terkait keluhan konsumen. Ibenk hanya meminta dikirimkan surat pembatalan dan kwitansi konsumen. Setelah dikirimkan, Ibenk tetap meminta diperjelas nama dan data tersebut. Namun, setelah dikirimkan berkas lainnya dan diminta tanggapan terkait persoalan tersebut. Project Manager Perumahan Grand Citayam City, Ibenk belum juga mau berkomentar. (cr1)