SANI/RADAR DEPOK PEMBINAAN: Kepala Kantor Kemenag Kota Depok bersama para guru PAI jenjang SD berfoto bersama usai acara pembinaan di kantor IGRA Kota Depok, beberapa waktu lalu.
SANI/RADAR DEPOK
PEMBINAAN: Kepala Kantor Kemenag Kota Depok bersama para guru PAI jenjang SD berfoto bersama usai acara pembinaan di kantor IGRA Kota Depok, beberapa waktu lalu.

DEPOK – Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan ujung tombak bagi pengenalan agama ke anak didik di sekolah dasar (SD).

Maka dari itu, para guru agama di SD se-Kota Depok mendapat pembinaan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok.

Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Ahmad Sadeli mengatakan, pendidikan agama memang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Namun secara teknis kurikulumnya mengacu pada pusat kurikulum dan kontennya mengacu pada Kemenag.

“Ketika ujian semester, ujian sekolah, dan UASBN dibuat oleh guru PAI yang dihimpun oleh Kanwil untuk menyusun naskah soal. Bukan lagi oleh provinsi,” katanya kepada Radar Depok.

Jika ditulis oleh provinsi ada kedilematisan, lanjut Sadeli, para guru harus tetap ada upaya untuk mengeksplore diri terutama dalam ulangan harian dan ujian.

“Jadi perlu ada pembinaan dari pusat kurikulum untuk pendalaman di masalah konten pendidikan agamanya dan teknik strategi (pembelajaran),” lanjutnya.

Kegiatan  yang dilaksanakan di aula Kantor IGRA Kota Depok, Jalan Mandor Samin, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, diikuti oleh 30 orang peserta yang merupakan guru agama pada sekolah dasar.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, H. Asnawi menuturkan, guru agama harus mumpuni yang artinya memiliki sikap profesionalisme dalam dunia pendidikan, mengerti tentang ajaran agama Islam dan bisa mempraktekkan kepada anak didik.

“Ketika anak didik disuruh untuk melaksanakan puasa muharam tapi gurunya tidak puasa, atau anak diajarkan untuk minum harus duduk tapi gurunya ternyata minum sambil berdiri. Hal ini mungkin dipandang sepele tapi akan menjadi masalah ketika bicara pendidikan kepada anak,” tuturnya.

Dia menjelaskan, guru pun juga harus lebih tahu. Jangan sampai guru diluar bidang studi agama lebih paham soal agama dibanding guru bidang studinya langsung. Jadi seorang guru agama itu harus benar-benar profesional dan memiliki integritas dalam bidangnya.

“Tidak kalah penting, seorang guru PAI adalah guru yang dititipi amanah oleh para orang tua dalam hal mendidik anaknya di sekolah dan tentunya itu adalah tugas yang tidak mudah, dibutuhkan kesabaran karena tidak akan ada kesuksesan tanpa kesabaran,” tutup Asnawi. (san)