SANI/RADAR DEPOK MEMBANTU: Anggota Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Depok bersama sopir mobil ambulan yang berhasil diantar sampai ke tempat tujuan dengan selamat.
MEMBANTU: Anggota Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Depok bersama sopir mobil ambulan yang berhasil diantar sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Foto:Sani/Radar Depok

Membantu orang ketika sedang kesusahan sudah menjadi tanggung jawab setiap insan manusia. Namun jika dihadapkan dengan suara sirine ambulan, kebanyakan orang malah menganggap biasa saja ketika berada di jalan. Aksi sebuah organisasi yang bernama Indonesia Escorting Ambulance (IEA) hadir memberikan kenyamanan bagi mobil ambulance yang melintas di jalan.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

IEA merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial. Para anggotanya bertugas membantu pengawalan mobil ambulans yang hendak mengantarkan pasien gawat darurat. Jalan yang macet kerap membuat mobil ambulance susah menembusnya, disitulah peran IEA bertindak untuk ambulans memperoleh prioritas jalan menuju rumah sakit (RS).

Berdiri sejak 20 Desember 2017, IEA Chapter Depok dibentuk oleh sekelompok remaja yang berasal dari beberapa komunitas motor. Identiknya, anak klub motor berkumpul di pinggir jalan ketika malam hari dan tak jarang pula yang menganggap keberadaan mereka dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Berangkat dari rasa empati terhadap mobil ambulans yang sering diabaikan oleh pengendara motor. Mereka berinisiatif memanfaatkan kegiatan malam tersebut untuk membantu ambulans melintas dengan pengawalan yang dilakukan secara sukarela.

“Ketika lampu sirine ambulan terlihat, kami langsung bergegas mengawal untuk sampai ke tempat tujuan dengan selamat dan tanpa halangan,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) IEA Depok, Sebastian Dwiyantoro kepada Radar Depok.

Basecamp IEA Depok berada di pinggir Jalan Margonda Raya, tepatnya di depan Bank BNI Syariah. Kendaraan roda dua yang di pasang sirine dan lampu strobo biru menjadi tanda kepemilikan resmi anggota tersebut.

Ketika bercengkrama dengan Bastian (21) panggilan akrab Sebastian Dwiyantoro. Mobil ambulans melintas tepat dari arah utara menuju selatan. Seketika empat anggota bergegas pergi lengkap dengan helm dan jaket merah khas IEA. Keempatnya segera memutar arah dan menunggu datangnya ambulan.

“Setiap satu ambulans minimal tiga atau empat pengawal, terdiri dari pemandu arah, blocker, dan pembuka jalan ini wajib ada,” jelasnya.

Secara tidak langsung, keberadaan IEA Depok sudah memainkan perannya membantu dan mempermudah masyarakat, khususnya ketika terjadi gawat darurat. Bukan hanya itu, sebagian tugas polisi pun juga terbantu. Itulah memang yang menjadi tujuan utama terbentuknya organisasi yang sudah mencapai skala nasional dan Internasional ini. (Bersambung)