INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK TERGENANG: Salah satu sekolah di Jalan Banjaran Pucung tergenang air.
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
TERGENANG: Salah satu sekolah di Jalan Banjaran Pucung tergenang air.

DEPOK – Tidak ada hujan, tidak ada petir, tiba–tiba Jalan Banjaran Pucung di RW07, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, mendadak tergenang oleh luapan air.

Pengendara motor dan mobil yang melintas sampai harus menurunkan kecepatannya, khawatir mesin kendaraan mati akibat banjir yang cukup tinggi di atas mata kaki orang dewasa.

Banjir bukan hanya menggenangi jalan, halaman salah satu sekolah yang berada di depan Puskesmas Cilangkap pun ikut tergenang. Kejadian tersebut mengganggu kegiatan belajar dan mengajar karena para siswa berhamburan keluar gedung sekolahan untuk bermain air di genangan tersebut.

Usut punya usut, genangan tersebut merupakan luapan Kali Outlet Situ Cilangkap yang tersumbat akibat sampah menumpuk di saluran yang beradah di bawah bangunan Pospol Cilangkap.

Matjen (60), warga RW07 mengatakan, banjir tersebut sudah ke dua kalinya terjadi dalam kurun waktu satu bulan. Dia pun heran, di musim kemarau seperti sekarang bisa ada banjir di wilayah tempat tinggalnya. “Ini sudah dua kali banjir kayak gini,” ujarnya.

Ketua RW07, Asrih mengatakan, banjir tersebut memang diakibatkan tersumbatnya saluran yang berada di bawah bangunan Pospol Cilangkap.

“Sebagian bangunan pospol dibangun di atas saluran, tinggi saluran jadi berkurang dan mengakibatkan sampah menumpuk di dalam gorong-gorong yang ada di bawahnya. Aliran air jadi terhambat,” katanya.

Selain itu, lebar saluran juga sudah tidak cukup untuk menampung debit air dan harus segera dilebarkan.

Rencana pelebaran sudah dimasukan dalam usulan Musrenbang tahun 2018. “Sudah berkali-kali kami masukkan dalam usulan Musrenbang, tapi belum pernah ada tindak lanjut,” tuturnya.

Sebagai langkah darurat untuk mengatasi banjir tersebut, pihaknya terpaksa melubangi saluran agar dapat mengangkati sampah yang menyumbat. “Warga tujuh orang gotong royong untuk ngangkutin sampah,” katanya. (dra)