INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK SEMANGAT MUDA: Ketua KNPI Kecamatan Tapos, Solihin Muchtar (kiri) berfoto bersama pengurus.
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
KOMPAK : Ketua KNPI Kecamatan Tapos, Solihin Muchtar (kiri) sedang bersama temanya Rambo (tengah), dan Rudi Harahap (kanan) di sebuah warung kopi.

Keberadaan Pemuda di suatu wilayah memiliki peran penting bagi kemajuan wilayah tersebut. Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tapos, Solihin Muchtar selalu gencar untuk mengajak pemuda diwilayahnya untuk bersama–sama membangun kampung mereka.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Di temui di sebuah warung kopi di samping kantor Kelurahan Tapos, Kecatan Tapos. Solihin Muchtar yang sedang menikmati secangkir kopi hitam berlogo Naga kesukaanya.

Pria yang kini berkepala pelontos tersebut, memang sering menghabiskan waktu di kedai kopi milik Mpok Ida. Biasanya, dia datang ke kedai kopi tersebut bersama sahabat karibnya Rudi Harahap, Rambo dan Heri yang juga pengurus KNPI Kecamatan Tapos.

Di sela–sela perbincangan santai mereka, Solihin Muchtar mengatakan, dia sudah aktif di organisasi kepemudaan sejak 15 tahun belakangan. “Saya aktif di KNPI waktu Kecamatan Tapos masih menyatu dengan Kecamatan Cimanggis,” beber pria yang akrab disapa Kodon tersebut.

Ketertarikanya di bidang kepemudaan, karena dia banyak melihat dari sejarah bangsa ini yang merdeka berkat semangat kaum pemuda. “Pemuda itu jangan dianggap remeh. Mereka punya peran yang besar untuk negara ini,” katanya sambil memantik api dari korek gas berwarna ungu miliknya untuk membakar rokok.

Dia melihat, di Kecamatan Tapos jumlah pemudanya cukup banyak. Kalau tidak diajak untuk membangun wilayah, masa muda mereka akan terbuang sia – sia.

“ Maka dari itu, saya sangat konsisten dalam merangkul pemuda yang ada di Tapos, dengan melakukan kegiatan kepemudaan yang melibatkan banyak organisasi kepemudaan diluar KNPI,” sambungnya.

Dia masih ingat betul bagaimana dulu pemuda di Tapos, yang tercecer dan berjalan dalam koridor masing – masing. Sehingga perhatianya akan kemajuan bagi Tapos cenderung kecil.

“Dulu itu kalau tidak ada organisasi kepemudaan di sini, yah pemuda jalan masing masing, gak punya wadah untuk menampung aspirasi mereka,” tuturnya.(*)