Kerja Nyata, PPP Depok Gelar TOT Kitab Kuning

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SAMBUTAN: Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Luthfiyah saat memberikan sambutan dalam TOT Pelatihan Cara Cepat Baca Kitab Kuning Metode AL Mu’allim di Ponpes Al Karimiyah, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan.

DEPOK – Sebagai wujud dari kerja nyata PPP untuk umat, DPC PPP Kota Depok bekerjasama dengan Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) dan Ponpes Al Karimiyah mengadakan Training of Trainer (TOT) Pelatihan Cara Cepat Baca Kitab Kuning Metode AL Mu’allim di Ponpes Al Karimiyah, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan.

Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfhiyah mengatakan, program ini sebagai bentuk kerja nyata partai berlambang Kabah untuk umat. Sebab, materi yang disampaikan dan diajarkan yakni belajar bahasa Arab dan kitab kuning untuk para ustad dan guru mengaji, dan guru madrasah.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini dapat memperkaya ilmu dan wawasan para ustad serta ustadzah yang ada di umat dapat memberikan pengajaran ilmu agama dan bahasa Arab yang benar. Terlebih mereka selalu menjadi rujukan umat,” kata Qonita kepada Radar Depok, Kamis (4/10).

Sementara, Sekum PP Madani, Syarifudin menjelaskan, program ini berangkat dari tahun politik yang suhunya panas. Jadi, sambung dia, orang dihadapkan secara diametral, misal yang A benar, B salah, kalau orang lain yang berbeda selalu dianggap salah.

“Itu tradisi basis historisnya sebenarnya sudah ada sejak zaman nabi, kelompok Khawarij, yakni, kalau orang yang berbeda itu kita asingkan dia atau dia yang hijrah, cara pandangnya begitu, ini tumbuh lagi yang seperti itu. Atasnama ada kepentingan besar yang menopangi kelompok-kelompok ini agar Indonesia terpecah,” paparnya.

Karenannya, Madani berkeliling menggunakan program TOT Pelatihan Cara Cepat baca Kitab Kuning, metode Al Mu’allim, yang dikarang KH. Dawam Al Mu’allim, santrinya Kyai Haji Maimun Zubair.

Untuk di Depok, lanjut Syarifudin, dilaksanakan selama empat hari, mulai 1-4 Oktober di Ponpes AL Karimiyah yang diikuti para ustadz, guru ngaji, santri senior guru-guru TPA dan guru madrasah, yang jumlahnya mencapai 150 orang.

“Kami mendesain pelatihan ini untuk mereka. Satu pelatihan itu untuk 30 jam. Nanti mereka akan dibuat jejaring literasi kitab untuk Islam wasathiyah dan NKRI. Jadi tujuannya, jika khasanah intelektual pesantren itu hidup pasti Indonesia itu aman, karena tradisi orang pesantren yang ikut mendirikan Republik Indonesia ini tidak pernah sekali pun melakukan pemberontakan di negeri ini,” pungkasnya. (cky)

You may also read!

Reza Indragiri Amriel.

Waspada Kriminalitas Mewabah di Depok

Reza Indragiri Amriel.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Satu persatu tidak kriminalitas mulai tumbuh di Kota Depok. Di

Read More...
mohammad idris baju ungu

Ada 40.423 KK yang Terima Bantuan di Depok

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 40.423 Kepala

Read More...
warga depok terkena virus

Data IDI : Di Indonesia 1.000 Orang Meninggal Terkait Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Data pasien positif Korona yang meninggal antara yang diumumkan Pemerintah berbeda dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu