RAMA SAKTI/RADAR DEPOK LAUNCHING: DPD KNPI Depok bekerja sama dengan Disdik membuka Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk program kesetaraan paket a, b, dan c.
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
LAUNCHING: DPD KNPI Depok bekerja sama dengan Disdik membuka Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk program kesetaraan paket a, b, dan c.

DEPOK – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dalam hal ini UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) memfasilitasi program kesetaraan paket a, b, dan c.

Launching diselenggarakan di Gedung Pemuda, Jalan Raya Merdeka, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, kemarin. Tercatat sebanyak 120 anak mengikuti program paket ini.

“Untuk paket a atau setara dengan SD ada 20 anak. Paket b (SMP) 40 anak, dan paket c (SMA) 60 orang,” kata Ketua DPD KNPI Depok, Bobby P. Harahap kepada Radar Depok.

Berbeda dengan sekolah reguler, program kesetaraan ini pertemuannya tidak setiap hari Senin sampai Jumat. Melainkan hanya satu minggu tiga kali pertemuan.

“Hari Sabtu besok paket a sudah mulai belajar. Hari Minggunya paket b sama c,” sambung Bobby.

Bobby cukup bangga dengan antusiasme warga yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Jadi awalnya banyak laporan ke kami yang meminta supaya diadakan program ini. Kami sampaikan ke Disdik dan mendapat respons baik,” katanya.

KNPI sendiri, kata Bobby, menurunkan guru sebanyak enam orang. Sesuai bidangnya, mereka akan mengajar di masing-masing paket. “Jadi kita ikut turun memberikan pelajaran,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala UPT SKB, Abdul Mukit mengatakan, ijazah yang didapat melalui program kesetaraan sama dengan sekolah reguler. Maka para lulusan program kesetaraan tetap bisa melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

“Jangan khawatir soal ijazah, yang sudah lulus nanti bisa bersekolah ke jenjang berikutnya. Jadi kalau ada sekolah yang menolak ijazah program kesetaraan, laporkan ke kami,” kata Mukit.

Untuk pelajaran yang diberikan kepada para siswa, kata Mukit, hanya yang akan diujikan. Karena tujuan dari program kesetaraan ini, pemerintah ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendapat ijazah.

“Ini saja ada beberapa ibu-ibu yang sudah berusi 40-an masih mau sekolah. Menggapai ilmu itu nggak ada batasan usia, dari kita lahir sampai meninggal,” katanya. (ram)