INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK DIKUNJUNGI MILENIAL: Para pemuda sedang menikmati kuliner di Kafe Nglamun The Hawkers.
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
DIKUNJUNGI MILENIAL: Para pemuda sedang menikmati kuliner di Kafe Nglamun The Hawkers.

Usaha kuliner di Kota Depok kian berkembang pesat dan menjamur. Para pelaku usaha kuliner berlomba–lomba menyajikan kualitas kuliner dan lokasi penjualan yang mampu menarik minat masyarakat. Seperti halnya Kafe Ngelamun The Hakers yang tak hanya menjual kuliner yang lezat dan menggugah selera, tetapi juga menawarkan konsep kafe dengan hiasan taman yang apik yang cocok untuk dijadikan tempat bersantai melepas penat bersama teman ataupun keluarga.

LAPORAN: INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Di sebuah selasar taman Kafe Ngelamun The Hawkers, di Jalan Putri Tunggal, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, angin sepoy–sepoy berhembus menyejukan seluruh areal di kafe. Terlihat tiap meja yang tersedia di taman dipenuhi pengunjung yang sedang menikmati minuman dan makanan yang mereka pesan.

Kafe tersebut memiliki dua lokasi yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk menikmati waktu santai mereka. Ada yang indoor atau di dalam bangunan kafe, dan ada yang outdoor atau di taman.

Seorang pria berambut klimis dengan mengenakan kaos oblong berwarna hita tampak keluar dari dalam bangunan kafe menuju selasar taman. Dia adalah Rinto, pemilik kafe tersebut.

Sambil mengambil posisi yang nyaman di kursi kayu yang tersedia di selasar, Rinto mengatakan, kafe miliknaya baru dibuka pada Desember 2017 lalu.

Menurutnya, kafenya memiliki konsep yang cocok untuk kaum milenial. Konsep tersebut berupa konsep tempat makan yang nyaman dengan kualitas makanan yang lezat, tentunya juga  dengan harga yang ramah di kantong.

“Kafe Ngelamun memiliki filosofi sebagai tempat yang pas untuk merenung, bersantai, dan mencari ide. Dengan suasana yang asri ditengah hiruk pikuk Kota Depok yang begitu padat, kafe ini sangat cocok untuk menjadi tempat melepaskan  rasa penat. Selain itu, dengan konsep The Hawkers yang diambil dari sebutan orang Singapur untuk menyebut jajanan kaki lima, kafe ini tentunya menyajikan kuliner yang lezat dengan harga yang relative murah,” ujar Rinto.

Adapun jenis kuliner yang ditawarkan di kafe tersebut berupa makan dan minuman diantaranya kopi manual brew dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari kopi Aceh, Medan, Jawa dengan penyajian beraneka ragam seperti v60 dan Vietnam drip.

“Kalau kopi yang paling laris di sini kopi yang disajikan dengan metode V60, karena kopinnya lebih encer dan mudah diterima oleh semua kalangan, terutama penikmat kopi pemula,” sambungnya.

Untuk kuliner makanan, kafe ini menawarkan menu andalanya ayam bakar bumbu rujak, bebek mercon, pisang bakar dan roti bakar, es sinar garut, dan soto mi bogor. Semua harga kuliner tersebut diyakini Rinto sangat ramah di kantong masyarakat karena tidak mencapai harga Rp30 ribu.

“Kopi harganya mulai dari Rp15 sampai Rp25 ribu, dan makanan Rp15 hingga Rp22 ribu,” lanjutnya.

Semua kalangan, mulai dari pemuda hingga keluarga menjadi target pasar kafe ini, Karen konsep Rutick Vintage nan homey diyakini mampu menjadi magnet yang kuat untuk menjaring konsumen.

“Selain itu, setiap sudut di kafe ini sangat Instagramable jadi sangat cocok untuk kaum milenial yang ingin berswafoto di tempat yang antik ini,” tutupnya. (*)