Boy Slamet/jawa Pos Tampak Kokoh: Masjid Terapung yang menjadi ikon kota palu tampak masih kokoh berdiri di pinggir pantai Talise 4/10/2018. Wilayah di sekitarnya tampak porak poranda akibat gempa dan Tsunami 26/9 lalu.
Boy Slamet/jawa Pos
Tampak Kokoh: Masjid Terapung yang menjadi ikon kota palu tampak masih kokoh berdiri di pinggir pantai Talise 4/10/2018. Wilayah di sekitarnya tampak porak poranda akibat gempa dan Tsunami 26/9 lalu.

PALU – Tim SAR terus mengevakuasi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng). Hingga Kamis (4/10), per pukul 13.00 WIB tercatat 1.424 jiwa korban meninggal. Semuanya berasal dari lima daerah terdampak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut, korban meninggal dunia terbanyak terdapat di Kota Palu, yaitu mencapai 1.203 orang.

“Selain itu terdapat 144 jiwa di Donggala, 64 di Sigi, 12 di Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu,” ujarnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (4/10).

Kebanyakan korban meninggal lantaran tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa dan tersapu tsunami. Sementara jenazah yang sudah dimakamkan berjumlah 1.407 orang. “Sebagian korban sudah dimakamkan dan hari ini akan dimakamkan, korban diidentifikasi sebelum dimakamkan,” tuturnya.

Di samping itu, BNPB juga mencatat ribuan orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. 2.549 orang luka berat di rawat di rumah sakit. 113 orang masih dinyatakan hilang. Menurut dia, jumlah korban masih akan terus bertambah. Pasalnya, masih ada korban-korban yang sulit ditemukan dan kondisi jenazah yang sudah terpisah bagian-bagian tubuhnya.

“Prioritas pertama penanganan gempa dan tsunami di sana adalah melanjutkan evakuasi, pencarian dan pertolongan korban,” tegas pengagum penyanyi Raisa itu.

Proses evakuasi terhadap para korban terdampak bencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Donggala dan Sigi terus dilakukan. Pemerintah dan sejumlah relawan dari berbagai organisasi ikut turun membantu para korban jiwa. Evakuasi yang paling terbaru adalah ditemukanya enam jasad dari dalam reruntuhan Hotel Roa-Roa di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kondisi jenazah ditemukan dalam keadaan membusuk sehingga mengeluarkan bau tidak sedap.

ACT FOR JAWA POS
INSERT: TNI dan sejumlah relawan ACT mengevakuasi jasad dari reruntuhan Hotel Roa Roa, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10).

“Direruntuhan bangunan Hotel Roa Roa Palu Timur ditemukan enam jasad, diduga masih banyak korban yang belum terevakuasi,” kata Kabiro Humas Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lukman Azis dalam keterangannya, Kamis (4/10).

Menurut Lukman, pihaknya saat ini menurunkan 108 relawan untuk membantu para korban terdampak bencana. ACT menargetkan akan menurunkan 5 ribu tim relawan untuk membantu warga terdampak bencana di Sulteng. “Saat ini sudah 108 relawan, itu tersebar di tempat-tempat pengungsian,” ungkapnya.

Selain sangat membutuhkan bantuan makanan, kata Lukman, para korban juga membutuhkan peralatan dasar lainnya yang saat ini sulit ditemukan di daerah terdampak bencana. “Mereka butuh terpal, selimut, sembako, tenda, obat-obatan dan alat masak,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, BNPB mencatat hingga Kamis (4/10) terdapat 1.424 orang meninggal dunia dari gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Korban meninggal dunia itu berasal dari Palu 1.203 orang, Donggala 144 orang, Sigi 64 orang, Parigi Moutong 12 orangdan satu dari Pasangkayu, Sulawesi Barat. Selain itu, terdapat 2.549 orang mengalami luka berat dan sedang mendapat perawatan di rumah sakit. (yes/rdw/JPC)