INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK UNIK :Bendera Kuning selalu menghiasi aksi unjuk rasa Aktivis GSSA.
INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
UNIK :Bendera Kuning selalu menghiasi aksi unjuk rasa Aktivis GSSA.

Gebrakan pertama Aktivis GSSA, yang mengerahkan 300 masa mendemo kebijakan SSA yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, jadi titik awal. Meski tak membuahkan hasil. Namun dari aksi tersebut, mereka semakin dikenal masyarakat dan mendapat simpati dari masyarakat.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Setelah aksi pertama. Beberapa minggu kemudian mereka kembali melakukan aksi unjuk rasa serupa, di halaman Balaikota Depok. Tak di sangka, pada demo yang ke dua ini support masyarakat semakin banyak. Terbukti dari bertambahnya jumlah masyarakat yang ikut bergabung dalam aksi demo.

“ Pada aksi yang ke dua, kami mencatat ada 800 orang yang ikut dalam aksi demo kami di balaikota pada waktu itu,” beber Koordinator GSSA, Denny Azharudin.

Meski demikian, lagi–lagi usaha mereka menemui kebuntuan. Pemkot Depok tetap berkeras melanjutkan SSA, yang memaksa untuk melakukan upaya terakhir yaitu dengan menempuh jalur hukum.

“GSSA punya cara yang unik dalam memperjuangkan hak masyarakat. Pertama, selama melakukan aksi unjuk rasa, kami selalu membawa bendera kuning yang bermakna duka dialami masyarakat atas kebijakan pemerintah,” terangnya.

Ke dua, kembali melakukan aksi unjuk rasa. Jika tujuab tidak tercapai pada unjuk rasa ke dua tersebut, akan menempuh jalur hukum. baik gugatan perdata, maupun laporan pidana, tergantung kasusnya.

Sudah melakukan aksi demo dua kali dan juga menempuh jalur hukum di Pengadilan Negeri Depok, GSSA harus mengakui keperkasaan Pemkot Depok yang diputuskan menang dalam persidangan perdata terkait kebijakan SSA tersebut. Hal itu terlihat, hingga detik ini SSA tetap berlaku.

“ Meski kami dinyatakan kalah dalam putusan pengadilan, tetapi kami tetap merasa menang di ‘lapangan’. Karena hingga kini belum ada dasar hukum yang jelas pemberlakua SSA tersebut,” katanya.

Mesi demikian, GSSA tidak ingin dicap sebagai kelompok aktivis yang anti terhadap Pemkot Depok, mereka hanya mengkeritisi setiap kebijakan Pemkot Depok yang tidak pro kepada warga atau malah merugikan masyarakat.

Mereka juga mengaku, saat ini sedang bergandengan dengan Pemkot Depok dalam memperjuangkan tanah negara dan nasib para pedagang yang ada di Pasar Kemirimuka, Beji.

“ Kami tidak anti terhadap pemerintah, kami hanya mengkritisi kebijakan yang merugikan masyarakat. Kalau kebijakan tersebut baik bagi masyarakat, kami akan mendukung,” ucapnya.(bersambung)