REGI/RADAR DEPOK DIBAWELIN: Lurah Gandul, Mursalim Saimin meminta pekerja memperbaiki saluran yang dirusak akibat adanya galian PLN, kemarin.
yamaha-nmax
REGI/RADAR DEPOK
DIBAWELIN: Lurah Gandul, Mursalim Saimin meminta pekerja memperbaiki saluran yang dirusak akibat adanya galian PLN, kemarin.

DEPOK – Galian kabel PLN disepanjang Jalan Raya Gandul, diawasi aparatur Kelurahan Gandul, Cinere kemarin. Hal tersebut jadi perhatian, lantaran seringkali karung berisi tanah galian diletakan dibadan jalan hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Tak hanya itu, galian juga membuat jalan menjadi rusak.

“Beberapa hari ini saya selalu keliling di sepanjang jalan yang terkena galian PLN. Ini untuk mengingatkan kepada pekerja, agar merapihkan karung berisi tanah dipinggir jalan dan tidak ditumpuk dibadan jalan,” ujar Lurah Gandul, Mursalim Saimin kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, selain banyak keluhan dari warga dan pengendara terkait keberadaan karung berisi tanah galian. Ada juga warga dan para pelaku usaha yang komplain. Karena saluran air depan toko tertutup sisa tanah galian, dan membuat aliran air di drainase menjadi mampet.

Baca Juga  Gratiskan Telpon dan SMS di Wilayah Bencana, Prioritaskan Tujuh Titik Vital Penanggulangan Bencana di Palu dan Donggala

“Memang ada juga warga yang protes, karena bidang saluran air jadi dangkal tanah bekas galian. Itu harus diperhatikan PLN agar menekankan kepada para pekerja, untuk tidak membuang tanah galian dilubang saluran air depan toko atau rumah warga,” imbuhnya.

Salah satu warga, Romain menyebutkan, kegiatan penggalian kabel PLN terdapat di tiga wilayah : Kelurahan Gandul dan Pangkalanjati Kecamatan Cinere serta Kelurahan Krukut Kecamatan Limo. Akibat ada penggalian tersebut, kata Boge -sapaanya- penggalian kabel PLN dirasakan sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Parahnya lagi, kalau sudah dibongkar tidak dikembali seperti semula jalannya.

“Kalau dibongkar mesti dikembalikan seperti semula, dan jangan merusak,” tegasnya.(cr1)

Baca Juga  Hari Ini Sidang Putusan Kemirimuka