SATRIA/RADAR DEPOK UNIK: Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa (Pesma) yang dilakukan di Perpustakaan Masjid Al-Hikam, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.
SATRIA/RADAR DEPOK
UNIK: Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh Pesantren Mahasiswa (Pesma) yang dilakukan di Perpustakaan Masjid Al-Hikam, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.

DEPOK – Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam (Ospam) adalah sebuah organisasi yang terbentuk pada Desember 2016 di Pesantren Al-Hikam, Jalan Haji Amat, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji. Organisasi ini, menjadi wadah aktualisasi santri – santri, berkontribusi kepada masyarakat maupun didalam pondok, mengembangkan keilmuan dan ranah pendidikan.

Organisasi ini berdiri pada saat diadakan sebuah acara seminar beasiswa yang bekerja sama dengan Chevening (Kedutaan Besar Inggris) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Al-Hikam.

“Ospam ini berdiri sebagai wadah aktualisasi santri – santri untuk berkontribusi kepada masyarakat, maupun didalam pondok serta mengembangkan keilmuan dan ranah pendidikan,” ujar Wakil Kepala Divisi Pendidikan dan Keilmuan Ospam Al-Hikam Depok, Ahmad Maulana Fatahila kepada Radar Depok.

Kesiapan hidup adalah salah satu dari motto yang melatarbelakangi munculnya kegiatan belajar bahasa asing ini. Dimana para lulusan santri diharapkan, dapat menguasai setidaknya tiga bahasa agar bermanfaat saat ada di masyarakat nanti.

Ada beragam bahasa yang ada di Al-Hikam ini seperti bahasa Rusia, Prancis, Jerman bahkan Isyarat, dan yang terbaru adalah Bahasa Jepang.

“Tujuan adanya pembelajaran program bahasa asing ini adalah, menjadikan pondok pesantren Al-Hikam multilingual pertama di Indonesia, yang dimaksudkan adalah para santri dapat memahami bahasa – bahasa yang lebih luas lagi” ungkap mentor Bahasa Jepang, Althaf Gauhar Auliawa.

Kegiatan belajar mengajar bahasa asing ini muncul sebagai salah satu program Ospam dari Divisi Pendidikan dan Keilmuan, akan tetapi bahasa yang diinginkan tergantung dari minat para santri.

“Jadi kita biasanya dapet permintaan dari kawan – kawan santri, misalnya kemarin saya diminta untuk mengajar bahasa Jepang untuk kawan – kawan lalu diadakanlah kelas untuk bahasa Jepang,” ujarnya.(mg1)