AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SISA KEBAKARAN : Suasana sakah satu ruangan Pondok Pesantren Darussalam, Jalan Banjaran Pucung, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos yang ludes terbakar, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SISA KEBAKARAN : Suasana sakah satu ruangan Pondok Pesantren Darussalam, Jalan Banjaran Pucung, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos yang ludes terbakar, kemarin.

DEPOK – Susana hening menyelimuti Pesantren Darussalam, Jalan Banjaran Pucung RT1/7 Kelurahan Cilangkap, Tapos kemarin pagi. Beberapa perabotan seperti lemari dan filing cabinet diletakan di lapangan, di samping masjid yang berada di kawasan pesantren.

Para santri dan santriwati berkumpul di masjid, dan sebagian ada pula beberapa santri yang membantu mengangkat barang–barang yang selamat dari amukan si jago merah, Senin (1/10) pukul 23.05 WIB.

Sepanjang jalan menuju mes santri yang terbakar, lantai terlihat menghitam bekas arang yang terinjak, para warga penghuni pesantren. Sampai di lokasi mes santri yang terbakar, bangunan berbentuk kotak tersebut sudah kosong melompong, sebagian material kayu dan tembok gosong.

Seorang pria bergamis putih, berdiri terpaku menatap bangunan yang sudah gosong tersebut. Dia adalah Kasyaful Anwar, Pengurus Pendidikan Pesantren Darrusalam. Dengan bersikap istirahat di tempat, dia mengungkapkan, kepanikanya saat mengetahui ruang isirahat santrinya terpanggang oleh api. Beruntung tidak ada santrinya yang menjadi korban.

“Kejadian kebakaran terjadi jam 11 malam lewat. Pada saat itu mungkin santri saya baru saja terlelap dalam tidurnya, karena kegiatan di pesantren baru selesai jam 10 malam,” bebernya.

Beruntung, kata dia, sekitar 90-an santri yang menghuni lima bangunan mes tersebut, berhasil meloloskan diri dari si jago merah.

“Pada saat kejadian, beruntung ada salah satu santri yang bangun mengetahui ada api yang menyalak di langit-langit kamar mesnya.  Dia berteriak ada kebakaran. Sehingga semua bisa menyelamatkan diri,” tuturnya.

Atas kejadian malang tersebut, pakaian para santri dan alat belajar mereka hangus tak tersisa, ikut terbakar bersama 5 ruangan mes tempat beristirahat. Akibat kejadian tersebut kini kegiatan belajar mengajar terhenti sekitar dua hari. Karena santri diminta membantu merelokasi barang – barang yang masih bisa di selamatkan.

“Dalam kondisi darurat sekarang, santri tidur di ruangan kelas dan pelaksanaan belajar mengajar di pindah ke masjid,” lagi katanya.

Pihak pesantren belum tau kapan akan dilakukan perbaikan terhadap ruangan yang terbakar tersebut. Mengingat saat ini mereka juga terkendala keterbatasan dana, karena dana mereka bersumber dari swadaya yayasan.

“Kita masih menimbang dulu apakah gedung yang terbakar ini masih bisa digunakan atau tidak, karena kami juga sedang kesulitan dana,” terangnya.

Pantauan Radar Depok, kejadian berlangsung sekira pukul 23:05 WIB. Sumber api diduga berasal dari area kamar yang dihuni sejumlah santri laki-laki.

“Dugaan sementara akibat korsleting listrik,” kata Kepala Dinas Kebakaran Kota Depok, Gandara Budiana kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Karena banyaknya material yang mudah terbakar, api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian, atau sekira pukul 01:15 WIB dengan mengerahkan 11 unit truk pemadam. “Alhamdulillah tidak ada korban dalam musibah ini,” tandasnya.(dra)