Panggung Demorasi Katar Unit RW06, Kelurahan Grogol, Kota Depok, Gambarkan Sisi Lain Demokrasi, Sempat Ditolak hingga Diapresiasi Bawaslu

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PUISI: Tokoh Pemuda RW06 Kelurahan Grogol membacakan puisi “Kenapa Kita Harus Memilih” dalam peringatan Sumpah Pemuda yang diselenggarakan Katar Unit RW06 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

Karang Taruna (Katar) Unit RW06 Kelurahan Grogol yang didukung Panwaslu Kecamatan Limo dan Bawaslu Kota Depok memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mengadakan kegiatan Panggung Demokrasi di RW06 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Minggu (28/10).

Laporan : Ricky Juliansyah

Apa yang dilakukan Katar Unit RW06 Kelurahan Grogol bisa dibilang sangat positif, selain menyosialisasikan Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan serentak pada 17 April 2019, juga mengadakan parodi demokrasi yang menggambarkan sisi lain dari demokrasi itu sendiri.

Kegiatan diawali dengan jalan santai, dimeriahkan dengan Parodi Demokrasi yang dibuat dalam lima episode, dengan jalan cerita terkait sindir-sindiran pemilihan ketua lingkungan, kemudian parade musik, sosialisasi pengawasan partisipatif dan penyematan pin serta pemakaian kaos panwas oleh Kordiv Pengawasan Bawaslu Kota Depok Dede Selamet Permana.

Menurut panitia penyelenggara, Sultoni, kegiatan ini cukup menarik, sebab acara ini sempat ditolak oleh para ketua lingkugan lantaran dinilai tidak ramah terhadap kepentingan politik praktis para caleg, bahkan pembina katar kelurahan pun tidak berkenan hadir.

“Padahal dia (pembina katar kelurahan) hadir dalam giat serupa di RW sebelah yang dihadiri pula oleh caleg,” tutur Sultoni.

Sementara, Ketua Panwascam Limo, Syahrul Fadli menegaskan, kegiatan anak muda yang sangat mandiri ini membuktikan bahwa masih ada pemuda yang berani bersikap netral dalam pemilu 2019.

“Harusnya kegiatan seperti ini mendapat banyak dukungan dari seluruh stakeholder di lingkungan,” kata Syahrul.

Dalam sambutannya, Anggota Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana menyayangkan sikap tidak supportif para pembina Katar di wilayah tersebut yang dinilai sudah tersandera kepentingan politik praktis.

“Itulah budaya politik yang belum dewasa, ketika jabatan publik masih jadi komoditas untuk mendulang suara. Karena ketua lingkungan harusnya menjadi garda terdepan dalam menggairahkan pemilu dengan memberikan dukungan penuh terhadap semangat pemuda dalam melaksanakan hak konstitusionalnya,” kata Dede. (*)

You may also read!

alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...
penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...

Mobile Sliding Menu