KONI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK SOLID : Tim Paralayang Kota Depok melakukan foto bersama pada pembukaan pertandingan cabor Paralayang di Gunung Mas, Cisarua, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.
KONI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK
SOLID : Tim Paralayang Kota Depok melakukan foto bersama pada pembukaan pertandingan cabor Paralayang di Gunung Mas, Cisarua, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

BOGOR – Sebanyak delapan atlet yang tergabung dalam tim Paralayang Kota Depok bertekad memberikan hasil terbaik Depok pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII yang sedang berlangsung di Kabupaten Bogor. Seperti yang disampaikan oleh Manajer tim Paralayang Kota Depok untuk Porda 2018, Eki Ramadhan.

Kepada Harian Radar Depok, Eki menjelaskan, pada Porda 2018, Kota Depok dibela oleh delapan atlet yang berjuang mengejar medali dalam 17 nomor pertandingan.

Eki percaya, seluruh atlet di timnya berpeluang menambah pundi-pundi medali untuk Kota Depok.

”Semua atlet Kota Depok yang terpilih dan ikut bertanding sampai hari ini, adalah atlet pilihan yang memiliki potensi besar merebut medali,” ujar Eki pada hari ke-3 pertandingan cabang olahraga Paralayang di Gunung Mas, Bogor, Jumat (5/9).

Demi merebut hasil terbaik itu, para atlet telah menjalani rangkaian program latihan intensif yang disiapkan coaching staff.

Karena itu, Eki berharap para atlet dapat mencurahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya dalam setiap pertandingan.

”Kami optimis dapat membuktikan kualitas melalui ajang ini. Peluang merebut medali masih terbuka lebar,” imbuhnya.

Menurut Eki, lawan terberat mereka dalam Porda 2018 adalah Bekasi, Sumedang dan tuan rumah, Kabupaten Bogor.

Mengantisipasinya, Eki memberi sedikit tips untuk atletnya di nomor ketepatan mendarat (KTM) dan cross coutry (XC). Untuk atlet KTM, harus lebih tenang dalam bertanding. Begitu pun di nomor XC, para atlet arus lebih sabar dalam melakukan take off dan mencari termal.

”Atlet harus tetap fokus dan sabar. Setelah itu, biarkan alam yang membantu perjuangannya di udara. Karena paralayang adalah salah satu olahraga yang berinteraksi dna bergantung langsung dengan alam,” imbuhnya.

Sebagai pelengkap persiapan, Eki bersama tim pelatih selalu melakukan sesi briefing dengan atlet. Setiap sebelum, maupun setelah pertandingan. Tujuannya, kata Eki, untuk menyegarkan latihan yang telah dilakukan dan mengevaluasi jalannya pertandingan.

Menurut Eki, semua itu dilakukan dalam upaya memperoleh hasil terbaik di Porda 2018.

”Karena tidak ada prestasi yang dapat diraih tanpa kerja keras, pengorbanan, dan doa,” pungkasnya.(mg2)