IST FOR RADARDEPOK LAYANI : PDAM Tirta Asasta Kota Depok menyiapkan tiga mobil tangki air berkapasitas 4000 liter dan 5000 liter.
IST FOR RADARDEPOK
LAYANI : PDAM Tirta Asasta Kota Depok menyiapkan tiga mobil tangki air berkapasitas 4000 liter dan 5000 liter.

DEPOK – Demi membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih itu. Kemarin, PDAM Tirta Asasta Kota Depok menyiapkan tiga mobil tangki air berkapasitas 4000 liter dan 5000 liter. Mobil tangki ini siap mendistribusikan air bersih ke pemukiman warga yang kekeringan.

“Untuk membantu warga yang kesulitan air bersih atau kekeringan, PDAM Tirta Asasta Kota Depok menyiapkan 3 armada mobil Tangki yang siap mengantarkan air bersih ke lokasi warga yang kekeringan,” ujar Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Depok, Imas Dyah Pitaloka, kepada Harian Radar Depok,  Selasa (2/10).

Jumat (28/9) lalu, kata dia, pihaknya mengrimkan bantuan 2 mobil tangki berkapasitas 4.000 liter dan 5.000 liter ke warga Kampung Rawa Geni, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, yang sempat mengalami kekeringan. “Bantuan 2 mobil tangki kami kirimkan setelah ada laporan dan permintaan dari warga melalui RT hingga ke  Lurah setempat” katanya.

Imas menjelaskan ke depan, bagi warga atau masyarakat yang membutuhkan air bersih dan ingin mendapat bantuan air dari PDAM Depok, agar berkoordinasi dengan lurah atau kepala desanya untuk meminta bantuan air bersih.

“Jadi permintaan bantuan, tidak langsung ke PDAM tetapi melalui Lurah atau perangkat kelurahan. Ini supaya pemberian bantuan air bersih benar-bebar tepat sasaran ke warga yang belum di salurkan atau diberi bantuan air bersih,” kata Imas.

Sebelumnya, Ketua RW1 Kelurahan Ratu Jaya, Jaelani menuturkan, hampir 50 persen warga di wilayah tersebut mengeluhkan masalah keluarnya debit air. “Jumlah KK di RW1 itu ada 800 KK, ya setengahnya mengeluhkan masalah kekeringan ini,” paparnya kepada Harian Radar Depok, Senin (1/10).

Jaelani menegaskan, kekeringan tersebut menyebabkan warga harus kembali mengebor sumur maupun tanahnya, agar memperoleh debit air yang berlebih. “Rata-rata sumur warga itu di kedalamannya 12 meter. Ini harus di bor lagi sampai 16-18 meter. Sebetulnya ini bisa dilakukan asal warga mau ngebor walaupun biayanya ya cukup mahal,” katanya.

Jaelani menegaskan, telah memberikan solusi bagi warga yang membutuhkan air, bisa datang ke salah satu masjid yang tidak jauh dari lokasi RW1. “Di masjid ini, sudah ada sumur resapan, dan warga bisa ambil disini. Sehingga di musim kemarau ini warga tidak mengalami kekeringan banget,” tegasnya.(irw)