IRWAN/RADAR DEPOK DIAMANKAN: A. Rifai alias Pay (19) diamankan Polsek Sawangan di Jakarta Selatan, kini pelaku mendekam di Polresta Depok, Senin (8/10).
IRWAN/RADAR DEPOK
DIAMANKAN: A. Rifai alias Pay (19) diamankan Polsek Sawangan di Jakarta Selatan, kini pelaku mendekam di Polresta Depok, Senin (8/10).

DEPOK – Pembunuhan yang menewaskan seorang pelajar berinisial AA (11) akhirnya terkuak. Pelaku adalah buruh harian lepas bernama A. Rifai alias Pay (19) warga Sawangan, dan saat ini telah diamankan di Polresta Depok.

Pelaku ditangkap di sebuah rumah di wilayah Cipete Jakarta Selatan. Ia melarikan diri setelah menghabisi nyawa AA, kemudian membuangnya di pinggir Kali Ciputat, Sabtu (6/10).

“Sesuai hasil lidik dan mendapatkan informasi pelaku ada di Cipete, kemudian tim gabungan menangkap pelaku,” kata Kapolsek Sawangan Kompol Susprasetyo.

Sebelumnya di rumah tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang selanjutnya diangkut bersama pelaku. Guna penyidikan, pelaku dibawa ke Polsek Sawangan dan dimintai keterangan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan mati dan atau Pembunuhan.

“Hasil tes urine, pelaku pembunuhan positif pakai narkoba jenis sabu-sabu dan ganja,” ungkap Susprasetyo.

Walikota Jenguk Keluarga Korban

IST FOR RADAR DEPOK
PEDULI: Walikota Depok Mohammad Idris menjenguk keluarga almarhum AA (14) pelajar yang meninggal dunia dan diduga dibunuh di Kampung Kebon Cinangka, Kampung Bulang Poncol RT01/RW01, Kelurahan Cinangka, Sawangan, kemarin (8/10).

Terpisah, rasa kepedulian ditunjukkan Walikota Depok Mohammad Idris dengan bertakziah ke rumah korban AA, di Kampung Bulang Poncol RT01/RW01, Kelurahan Cinangka Sawangan, kemarin (8/10). Idris datang didampingi Camat Sawangan Zainudin, Lurah Sawangan Rijal Farhan, Kapolsek Sawangan Kompol Susprasetyo, dan Danramil 05/Sawangan Kapten Armed Erwin Saputra.

“Saya sekadar takziah bersama keluarga, khususnya orangtua. Sebagai orangtua dan anak tunggal, kita harus menghibur. Kita sangat empati sama keluarga. semoga Allah SWT memberikan sesuatu yang kita enggak tahu rahasia Allah SWT seperti apa,” ucap Idris di rumah duka, Senin (8/10).

Idris memberi pesan untuk menguatkan hati keluarga. Dan berharap kejadian pembunuhan ini tidak terulang kembali lalu pihaknya mengajak meningkatkan kembali sinergitas antara Pemkot Depok dengan instansi terkait. “Harapan kami tetap sinergi pemangku kepentingan, jangan kerja masing-masing. Ini pentingnya sinergitas kami, pemerintah, dan aparat negara,” tutur Idris. (irw)