RUBIAKTO/RADAR DEPOK PRA REKONSTRUKSI: Pelaku Jumiati (41) ketika menjalani pra rekonstruksi pada bulan Mei 2018 silam. Reka ulang tersebut digelar di empat lokasi berbeda.
PRA REKONSTRUKSI: Pelaku Jumiati (41) ketika menjalani pra rekonstruksi pada bulan Mei 2018 silam. Reka ulang tersebut digelar di empat lokasi berbeda. Foto:Rubiakto/Radar Depok

RADAR DEPOK – Masih ingat penculik bayi berusia 25 hari yang dilakukan Jumiati (41), di Kampung Cikumpa, Jalan Flamboyan Sukmajaya Depok, Jumat (27/4)? Kemarin, Jumiati dituntut tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam persidangan yang dilaksanakan di ruang Sidang II, JPU dalam persidangan tersebut, Enda, menuntut tiga tahun penjara dan denda Rp60 juta kepada Jumiati. “Kami menuntut tersangka hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp60 juta,” kata Enda.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Andi Tatang Supriadi mengatakan, pada prinsipnya pihaknya meminta majelis hakim untuk memberikan keringanan hukuman dalam putusanya.

“Terdakwa sudah mengakui kekhilafannya terkait mengambil bayi tersebut, sehingga kiranya majelis hakim bisa mempertimbangkan putusan,” kata Tatang.

Sementara, sidang lanjutan kasus tersebut dengan agenda pledoi akan dilaksanakan Selasa (16/10). “Kami akan mempersiapkan materi pledoi, dan kami berharap majelis hakim akan mempertimbangkan dalam putusan,” kata Tatang.

Seperti diketahui, bayi Aditya diculik saat tidur. Pada saat kejadian, ibunya, Marlina, sedang pergi ke warung dan ayahnya baru berangkat kerja.

Bayi Aditya yang sedang tidur bersama kakaknya hilang saat Marlina kembali ke rumah beberapa menit kemudian.
Berselimutkan kain warna biru, bayi tersebut kemudian dibawa pelaku melalui gang sempit ke arah kompleks perumahan Griya Depok Asri. Dari depan kompleks itulah pelaku mencoba melarikan diri memberhentikan ojek online tanpa aplikasi untuk diantar ke rumah suami ke dua yang dinikahi secara siri.

Pelaku dan bayi kemudian dibawa ke rumah suami siri dengan alasan anak tersebut merupakan keponakan dari keluarga pelaku yang diminta untuk merawatnya. Sang bayi kemudian diinapkan selama satu hari di rumah suami kedua, selanjutnya dibawa ke rumah kerabat pelaku bernama Sulis. (rub)