AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK MEMBERIKAN PEMAPARAN : Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, memberikan pemaparan saat pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Depok di Aula Edelweis Lt.5 Gedung Balaikota Depok, Rabu (3/10).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MEMBERIKAN PEMAPARAN : Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, memberikan pemaparan saat pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Depok di Aula Edelweis Lt.5 Gedung Balaikota Depok, Rabu (3/10).

DEPOK– Kementerian Bidang Perekonomian menilai Pemerintah Kota Depok sebagai daerah komoditi, sudah memiliki planing, dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Sehingga Pemerintah Depok tinggal melakukan pembudayaan potensi yang ada.

Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kantor Perekonomian, Raden Edi Pambudi mengatakan, Depok sebagai kota penyagah kota besar (Jakarta) juga bisa menyuplai sumber daya manusia di Jabodetabek.

“Mencermati sektor mana saja yang bisa dimanfaatkan ke Jakarta. Jangan hanya SDM bekerja di Jakarta tapi harus bisa menyuplai yang ada di Depok,” kata Edi, usai menghadiri pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Depok di Aula Edelweis Latau. 5 Gedung  Balaikota Depok, Rabu (3/10).

Penyuplaian tambah dia, seperti industri sekunder yang bisa dijalankan di Depok. “Bisa industri pengepakan dan lainya,”  kata Edi.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, diskusi dengan Tim Pengendalian Daerah cukup menarik dan ini akan menjadi catatan Pemerintah Kota Depok untuk menumbuhkan perekonomian.

Melihat pertubuhan Kota Depok dari tahun-ketahun meningkat seperti di tahun lalu peningkatan 7,95 persen. Sedagkan kata Pradi,  target 2019 tidak lebih dari diangka 7,5 persen.

“Kalau tingkat inflasi Depok tahun lalu 4,2 persen dan tahun berikut pun kita targetkan 3 koma sekian persen,” kata Pradi.

Terkait inflasi yang terjadi di Depok itu terjadi pada waktu tertentu seperti di Hari Raya Idul Fitri atau selama Ramadan dan menjelang, tahun ajaran baru, dan banyak faktor lainya seperti pergantian profesi.

“Kalau bahan pokok di Jakarta naik, Depok pun ikut karena berdekatan,” kata Pradi.

Dalam hal penekanan inflasi di Depok, Pemerintah Depok mengupayakan dinas terkait untuk memaksimalkan inflasi yang terjadi. Tetapi inflasi ini juga tidak terlalu signifikan di Depok. “Terjadi inflasi ini untuk masa pemuliham selama enam bulan atau lebih kurang dari enam bulan,” ungkapnya. (irw)