RICKY/RADAR DEPOK PENCERMATAN: Anggota PPS Kelurahan Tanah Baru saat melakukan pencermatan data anomali di ruang operator ktp-el Kantor Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji.
RICKY/RADAR DEPOK
PENCERMATAN: Anggota PPS Kelurahan Tanah Baru saat melakukan pencermatan data anomali di ruang operator ktp-el Kantor Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji.

DEPOK – Menindaklanjuti launching Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) pada Pemilu 2019, Jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Beji langsung turun kemasyarakat untuk melakukan pencermatan data anomali atau invalid di daftar pemilih tetap hasil perbaikan 1 (DPTHP-1) untuk enam kelurahan yang ada di wilayahnya.

“Intinya data anomali atau invalid yg masih ada di DPTHP di Kecamatan Beji sedang ditelusuri dan dicermati supaya bersih dan mengajak masyarakat, agar mencermati data pemilih ke RT-nya dan pastikan sudah terdaftar,” kata Ketua PPK Beji, Andri Yudisprana kepada Radar Depok, Jumat (12/10).

Andri melanjutkan, bila ditemukan warga yang belum masuk dalam DPT, pihaknya mengimbau agar melengkapi segala kelengkapan dan persyaratannya supaya bisa didaftarkan. Namun, terlebih dahulu dilakukan pengecekan cek diaplikasi mobile KPU atau situs www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id, guna menghindari pemilih yang baru diajukan terdaftar di wilayah lain.

“Ini dilakukan agar tidak ada data ganda,” paparnya.

Berdasarkan data DPTHP-1 Kecamatan Beji yang memiliki enam kelurahan ini, jumlah DPT ada 107.551 jiwa, kemudian proses perbaikan DPTHP-1 hingga tanggal 10 Oktober 2018, jumlah pemilih baru 187, jumlah tidak memenuhi syarat (TMS) 430 jiwa dan jumlah ubah data 35 orang.

“Ada temuan seperti yang meninggal kita hapus dan yang ganda dihapus satu nama dengan melihat alamat domisilinya. Sedangkan jumlah total DPTHP-2 mencapai 107.308 jiwa. Jadi dari DPTHP-1 ke DPTHP-2 berkurang 241 jiwa setelah pencermatan hingga 10 Oktober 2018. Kita kan masih bergerak sampai 28 Oktober 2018 untuk diplenokan,” ujarnya.

Untuk melakukan pencermatan, sambung Andri, pihaknya tidak hanya mengandalkan posko di Kelurahan atau di kecamatan saja. Tapi, juga turun ke bawah secara faktual dengan menyampaikan salinan dan form A1A-PPS agar lebih efektif dalam pencernaannya.

“Diharapkan dengan upaya seperti ini kualitas daftar pemilih di Kecamatan Beji makin baik,” kata Andri.

Ia mengungkapkan, pencermatan yang dilakukan baru berjalan 10 hari. Dan, respon  yang ditunjukan masyarakat sudah bagus. Sehingga ia berharap disisa waktu masih bisa dicermati dan masih bisa dikoreksi demi melindungi hak pilih masyarakat.

“Karena itu, saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk datang ke posko di kelurahan, kecamatan atau ke RT masing-masing jika masih belum terdata di DPT pada Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019,” pungkasnya. (cky)