MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait dirinya mengaku dianiaya, Rabu (3/10).
MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS
Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers terkait dirinya mengaku dianiaya, Rabu (3/10).

JAKARTA – Calon presiden Prabowo Subianto meminta Ratna Sarumpaet mundur dari anggota Badan Pemenangan Nasional Pasangan Calon Presiden Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Permintaan dikemukakan setelah Ratna mengakui telah berbohong atas peristiwa yang dialami. Ratna mengakui tidak benar dirinya dianiaya. Lebam di sekujur wajahnya disebabkan efek dari operasi sedot lemak di bagian pipi.

“Saya meminta Ibu Ratna mengundurkan diri dan beliau sudah melakukan itu, sudah ada surat,” ujar Prabowo saat menggelar konferensi pers di Bilangan Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10) malam.

Selain itu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga mempersilakan Ratna bertanggung jawab jika ada persoalan hukum yang muncul akibat berita bohong terkait kondisi yang dialaminya. “Kami persilakan kalau ada persoalan hukum, beliau bertanggung jawab. Kami juga tak bisa menolerir berita bohong,” ucapnya.

Menurut mantan Danjen Kopassus ini, pihaknya akan bersikap tegas jika ada tim pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 02 yang terlibat penyebaran berita bohong. “Kami tegas, kalau ada tim kami bohong akan kami tindak. Bahkan kami akan minta aparat mengambil tindakan hukum,” tegas Prabowo.

Aktivis hak asasi manusia (HAM), Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada Prabowo Subianto, karena telah berbohong mengaku dikeroyok orang tak dikenal. ‎Ratna dalam konfrensi pers nya buka-bukaan, lebam diwajahnya karena melakukan sedot lemak di bagian pipi kiri, di Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika.

“Untuk itu melalui forum ini juga saya dengan sangat memohon maaf terutama kepada Pak Prabowo Subianto yang dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat. Saya enggak tahu apa rencana Tuhan dari semua ini,” ujar Ratna dalam konfrensi pers di kediamannya Jalan Kampung Melayu Kecil, Jakarta, Rabu (3/10).

Selain itu, Ratna juga meminta maaf kepada Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Karena saat melakukan pertemuan Prabowo Subianto, Ratna juga berbohong kepada Amien Rais. Termasuk meminta maaf ke Koalisi Adil dan Makmur. ‎”Saya mohon maaf kepada Bapak Amien Rais yang juga mendengar kebohongan saya kemarin dan ikut jumpa pers. Demi allah saya tidak berniat seperti itu dan saya harap Tuhan memberikan kekuatan pada kita semua agar kejadian ini tidak memengaruhi perjuangan kita,” katanya.

“Dan saya juga minta maaf pada emak-emak yang selalu menyebut saya dalam perjuangannya. Aku tau kalian kecewa, tapi begitulah hidup kita lihat bagaiamana lihat aku, tapi bagimana kita melihat rakyat‎. Ratna could be somebody, could be nobody, Tapi Ratna tetap berjuang,”‎ tambahnya.

‎            Menurut Ratna, setelah kebohongan ini, dirinya mengaku bahwa salah satu orang yang menciptakan hoaks. Karena kebohongan luka lebamnya mengakibatkan publik heboh. “Kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan semua negeri. Mari kita ambil pelajaran dan bangsa kita ini dalam keadaan tidak baik, seperti yang saya lakukan ini mari kita hentikan,” pungkasnya.‎ (gir/gwn/JPC)