DICKY/RADARDEPOK DIBANGUN: Alat berat sedang melakukan pengerukan tanah untuk pembuatan jembatan gantung Mas Yono di RW7, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
DIBANGUN: Alat berat sedang melakukan pengerukan tanah untuk pembuatan jembatan gantung Mas Yono di RW7, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

DEPOK – Akhirnya setelah sekian lama menunggu, rencana pembangunan jembatan gantung Mas Yono hasil kerja sama Kelurahan Curug dengan Anggota DPR RI segera dibangun. Jembatan yang diproyeksi menggunakan anggaran sekitar Rp3 Milyar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, kemarin.

LPM Kelurahan Curug, Wardana mengatakan, pembangunan jembatan gantung Mas Yono akhirnya mulai dibangun. Satu alat berat sedang melakukan pengerukan tanah, sebagai langkah awal pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah RW7 dengan Tempat Pemakaman Umum Islam (TPUI) RW7 dan sekitarnya.

“Sudah mulai dibangun dan ini menjadi kabar baik untuk masyarakat Kelurahan Curug,” ujar Wardana kepada Radar Depok.

Jembatan gantung merupakan hasil dorongan masyarakat, LPM, pengurus lingkungan, dan aparatur kelurahan kepada anggota DPR RI dapil Depok-Bekasi, yakni Mahfudz Abdurrahman. Jembatan gantung Mas Yono akan dibangun diatas aliran Kali Angke. Sebelumnya, jembatan penghubung telah dibuat sekitar lima kali pembangunan, namun mengalami kerusakan akibat sapuan derasnya air Kali Angke.

Wardana menjelaskan, pembangunan jembatan gantung diperkirakan akan menggunakan anggaran sekitar Rp3 Milyar. Nantinya, jembatan tersebut akan memiliki panjang sekitar 35 meter dengan lebar 1,48 meter. Sebelumnya, jembatan penghubung telah dibuat masyarakat secara swadaya masyarakat, yang apabila dikalkulasi menghabiskan anggaran sekitar Rp100 juta.

Wardana menuturkan, pembuatan jembatan gantung Mas Yono sangat diharapkan masyarakat. Pasalnya selain menjadi akses masyarakat untuk melakukan pemakaman apabila ada masyarakat yang meninggal, jembatan tersebut sebagai jalan penghubung antara Kelurahan Curug, Kota Depok dengan Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

“Semoga jembatan gantung dapat memberikan kemudahan akses masyarakat dalam beraktifitas,” tutup Wardana. (dic)