REGI/RADAR DEPOK REALISASIKAN PROGRAM: RT01/09 sebar sistem 'Senyum Yatim' untuk donasi anak yatim di sekitaran RW09, Kelurahan/Kecamatan Cipayung.
REGI/RADAR DEPOK
REALISASIKAN PROGRAM: RT01/09 sebar sistem ‘Senyum Yatim’ untuk donasi anak yatim di sekitaran RW09, Kelurahan/Kecamatan Cipayung.

DEPOK – Program celengan ‘Senyum Yatim’ RT01/09, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, untuk pertama kalinya terealisasi.

Program donasi untuk anak yatim dengan sistem menyebar celengan berukuran sedang ini dirasa cukup efektif. Pasalnya, hasil pendapatan untuk didonasikan ke anak yatim, khususnya RW09 seketika meningkat.

“Lebih efektif. Jadi warga yang ingin berdonasi berdasarkan keinginan mereka sendiri. Nanti per enam bulan, kita kumpulkan celengan yang ada di warga,” kata Ketua RT01/09, Nurdin, ditemui di kantor Kelurahan Cipayung, kemarin.

Awal mula sistem tersebut diberlakukan hanya di sekitar RT01. Namun, sistem tersebut menyebar ke seluruh wilayah, khususnya RW09. Kemudian pada (22/9), dana tersebut diberikan melalui kegiatan santunan anak yatim RW09.

“Ini pertama kali mengumpulkan donasi melalui celengan. Kita berikan hasil celngan seluruhnya ke anak yatim di sekitar wilayah RW09. Kurang lebih ada 20 orang anak yatim mendapat santunan,” tutur Nurdin.

Hadir dalam santunan, Lurah Cipayung, Camat Cipayung,  Bhabinkamtibmas, tokoh pemuda, Ketua RW10, dan seluruh warga RW09.

“Nantinya, sistem ini insya Allah akan kita lanjutkan di seluruh RW. Mudah-mudahan terealisasi,” ucap Nurdin.

Nurdin menyebutkan, di wilayah RT01/09 ada sekitar 98 Kepala Keluarga (KK). Perkiraan Nurdin, dalam satu RW ada 500 KK. Jadi jika sistem tersebut dapat diterapkan secara bersamaan di wilayah, tentunya akan lebih banyak pendapatan yang diterima anak yatim.

“Itu seluruhnya bisa dimanfaatkan dan meringankan biaya hidup anak yatim. Tahun ini menggunakan sistem celengan yang disebar di seluruh KK. Alhamdulillah, mencapai angka Rp5 juta. Semoga seluruhnya dapat lebih peduli ke anak yatim. Mereka ini kan tanggung jawab kita sebagai orang tua,” ucap Nurdin.

Nurdin membandingkan jika melakukan permohonan donasi dengan surat edaran, hasil pendapatan lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan sistem celengan dengan ukuran sedang. Per tiap bulannya, anak yatim diberikan donasi. Jadi bukan hanya di acara santunan.

“Per enam bulan anak yatim dapat dana bantuan pendidikan. Setelah anak yatim memasuki masa pendidikan sekolah, biaya hidup tersebut dialihkan untuk biaya pendidikan. Mulai dari tingkat TK hingga SMA. Kalau  0 bulan hingga enam tahun itu kita berikan bantuan biaya hidup,” papar Nurdin.

Lurah Cipayung, Herman mengatakan agar warga terus peduli dan mengutakan anak yatim. Sebab, kata dia, anak yatim merupakan tanggung jawab bersama.

“Kebutuhan mereka nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik, melalui dana yang diambil dari seluruh warga yang peduli anak yatim,” kata Herman.

Selain itu, lanjut Herman, kebutuhan anak yatim harus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Jadi, kebutuhan bagi anak yatim yang sudah masuk tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak, baiknya diberikan sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak tersebut.

“Kebutuhan anak TK kan pasti berbeda dengan kebutuhan anak di yatim lain di tingkat SMP dan SMA. Tentunya, TK lebih sedikit kebutuhannya dibandingkan dengan SMP, dan SMA,” kata Herman. (cr1)