REGI/RADAR DEPOK PENGECEKAN TANAMAN: Penangung jawab tingkat RW Kebun Percontohan KWT Ratujaya, M. Fajar, menunjukan tanaman hasil KWT Ratujaya, saat melakukan pengecekan tanaman, kemarin, (5/10).
REGI/RADAR DEPOK
PENGECEKAN TANAMAN: Penangung jawab tingkat RW Kebun Percontohan KWT Ratujaya, M. Fajar, menunjukan tanaman hasil KWT Ratujaya, saat melakukan pengecekan tanaman, kemarin, (5/10).

DEPOK – Upaya mewujudkan ketahanan pangan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) RW5 Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, terutama dalam program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Penanggung jawab Kebun Percontohan Kelompok Wanita Tani, M. Fajar pun melakukan pengecekan rutin ke tanaman.

“Pengecekan tanaman,rutin dilakukan setiap hari. Ini juga dilakukan sebagai upaya menjaga hasil karya warga yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT),” ungkap, Fajar.

Selain itu, dia menyebutkan, pengecekan tanaman dilakukan mulai dari tanaman jenis sayur-mayur seperti, bayam, kangkung bayam merah, kangkung, pokcoy, tomay, terong ungu, cabe. Biasanya, pengecekan dilakukan pada siang hari. Sebab, menghindari kegagalan tanaman akibat panas terik matahari.

“Suka banyak yang kekeringan. Hal itu kelihatan dari ujung daunnya. Jadi sayang kalau sampai mati,” kata Fajar, sapaannya.

Fajar juga menjelaskan, kebun yang sudah hampir tiga kali panen itu menjadi lahan menambah penghasilan bagi warga. Dalam hal ini, khususnya Anggota KWT terdiri dari 30 orang.

“Udah tiga kali panen. Alhamdulillah, selain menambah penghasilan, warga juga dapat menambah pengetahuan di bidang cocok tanam,” ungkap Fajar.

Fajar menjelaskan, hasil panen akan dijual lagi kepada konsumen. Biasanya, anggota KWT menjual hasil panen diberbagai tempat penjualan dipasar-pasar tradisional. Selain menambah penghasilan bagi warga, hasil tanaman membuktikan upaya para anggota KWT dalam  mewujudkan ketahanan pangan.

“KWT juga menanam tanaman hidroponik. Nantinya, tanaman tersebut ditaruh di tiap rumah warga. Jadi lingkungan ikut lebih asri dan teduh,” sebut Fajar.

Dia juga berharap, dengan adanya kebun percontohan program unggulan P2WKSS Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, warga lainnya diharapkan dapat bergabung dan memanfaatkan hasil panen.

“Jadi warga lainnya juga bisa turut belajar bercocok tanam, mulai dari memilah bibit, menanam, hingga menghasilkan,” tutup Fajar. (cr1)