LONDON – Manchester United akan menjamu Newcastle di Old Trafford pada matchweek 8 Premier League 2018/19, Sabtu (06/10). Manajer kedua tim, Jose Mourinho dan Rafael Benitez, sama-sama sedang berada dalam tekanan besar.

Mourinho gagal mengendalikan ruang ganti United. Perselisihannya dengan beberapa pemain sudah menjadi konsumsi publik. Kemenangan pun sulit diraih. United tanpa kemenangan dalam empat laga terakhirnya di semua kompetisi. Mereka imbang 1-1 melawan Wolves, kalah adu penalti melawan tim divisi dua Derby County di Piala Liga, tumbang 1-3 di kandang West Ham, dan imbang tanpa gol melawan Valencia di Liga Champions tengah pekan kemarin.

Newcastle tak jauh beda. Di Premier League musim ini, Benitez masih belum sanggup mengantarkan timnya meraih kemenangan (S2 K5). The Magpies baru mampu mencetak empat gol dan sudah sepuluh kali kebobolan. United punya rekor hebat melawan Newcastle, hanya kalah sekali dalam 36 laga kandang terakhirnya melawan mereka di semua kompetisi. Dalam situasi normal, United akan lebih difavoritkan menang.

Namun beredar kabar di Inggris bahwa beberapa pemain United tak punya keinginan untuk menang. Itu dilakukan untuk menambah tekanan pada Mourinho, agar dia segera dipecat. Dalam situasi seperti saat ini, meski lawannya juga sedang krisis, rasanya sulit melihat United meraih tiga poin.

Jelang pertandingan Liga Inggris antara Manchester United vs Newcastle United, Jose Mourinho akhirnya mengakui bahwa timnya saat ini memang sedang tampil kurang impresif. Setelah berkali-kali mendapat kritik pedas dari publik, akhirnya manajer asal Portugal tersebut mau buka suara terkait penampilan buruk para pemainnya.

“Iya. Saya mengakuinya,” kata Mourinho saat konferensi pers jelang laga melawan Newcastle United, Jumat (05/10).

Meski demikian, Mourinho mengatakan bahwa apa yang sedang terjadi saat ini tidak bisa langsung dijadikan patokan bahwa skuatnya akan terus-terusan tampil buruk hingga akhir musim. Hal tersebut disampaikannya setelah melakukan ‘penelitian’ terhadap sejumlah liga Eropa. Menurutnya, tim yang tengah terpuruk di paruh pertama musim, bisa saja mereka akan bangkit dan kembali menguasai kompetisi.

“Saya tahu kita saat ini berada di awal Oktober dan kami pun memeriksa klasemen di seluruh Eropa. Kebanyakan hasil klasemen sementara pada September dan Oktober tidak menjamin apa yang akan terjadi beberapa bulan kemudian, atau bahkan saat akhir musim,” jelasnya.

Mourinho sadar betul bahwa meraih poin adalah hal yang paling krusial dan paling ia butuhkan saat ini. Dengan kondisi Newcastle United saat ini, pertandingan akhir pekan nanti dipastikan akan berjalan sengit.

“Kami tahu untuk memperbaiki posisi kami harus mendapatkan tiga poin itu, tapi kami tahu lawan juga sedang berusaha keras. Mereka memiliki pelatih yang sangat bagus dan timnya sangat teratur,” ucapnya. (bla/glc/gun)