IST KOMPAK: Komunitas Ciliwung mengelar aksi bersih-bersih di tiang beton Jembatan Panus, Depok Lama, yang penuh sampah batang pohon, ranting dan bambu.
IST
KOMPAK: Komunitas Ciliwung mengelar aksi bersih-bersih di tiang beton Jembatan Panus, Depok Lama, yang penuh sampah batang pohon, ranting dan bambu.

DEPOK– Puluhan anggota Komunitas Ciliwung mengelar aksi bersih-bersih di tiang beton Jembatan Panus, Depok Lama kemarin. Sampah batang pohon, ranting dan bambu diangkut sebagai cara menjaga cagar budaya Kota Depok.

Ketua Komunitas Ciliwung, Taufik didampingi Sekber setempat Hidayat R mengatakan, ini bentuk kepedulian anggota Komunitas Ciliwung melihat tumpukan sampah, yang tersangkut di tiang Jembatan Panus untuk menjaga keasrian serta kebersihan Sungai Ciliwung. “Mumpung kondisi aliran air Sungai Ciliwung tengah kering atau surut maka anggotanya melakukan aksi bersih,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Apalagi Jembatan Panus ini, kata dia salah satu cagar budaya peninggalan jaman Belanda, yang harus dipertahankan keberadaanya. Khawatir saat ada kiriman air dari Bogor sampah, akan bertambah bertumpuk dan susah untuk diangkut atau dibersihkan.

“Tumpukan sampah kebanyakan batang pohon, bambu dan ranting sejak lama tersangkut di tiang pondasi Jembatan Panus. Namun pihak Pemkot Depok sama sekali tidak ada niat untuk membersihkant,” kata Hanita, warga Jalan Flamboyan, kemarin.

Jajaran terkait di Pemkot Depok bukan mengangkut tumpukan ranting, batang kayu dan bambu. mMalah sibuk membuat tangga menuju kolong jembatan yang menelan dana sekitar Rp 179 juta, dengan alasan tangga itu dibuat untuk kegiatan pembersihan sampah saat banjir.

Menurut dia, terkesan Pemkot Depok tutup mata dengan tumpukan sampah yang tersangkut di dua tiang jembatan Panus, persis didekat titik pemantauan ketinggian air Sungai Ciliwung.(rub)