AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK PANEN RAYA : Walikota Depok Mohammad Idris saat melakukan panen raya dalam rangka Syukuran Panen Pilot Proyek Padi Organik di Sawah Haji Bonen, RT03/10, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kamis (4/10).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PANEN RAYA : Walikota Depok Mohammad Idris saat melakukan panen raya dalam rangka Syukuran Panen Pilot Proyek Padi Organik di Sawah Haji Bonen, RT03/10, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kamis (4/10).

DEPOK – Petani Depok yang kebingunan mencari modal untuk menanam padi coba dengan cara ini. Kemarin, Himpunam Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Walikota Depok, Mohammad Idris melakukan panen raya padi organik seluas 1 hektar di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos. Penanaman, padi organik tersebut hanya membutuhkan pupuk 10 liter dengan harga Rp1 juta.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, panen raya ini perlu disyukuri. Tentu hasil panen padi organik ini juga perlu dimanfaatkan bagi para pelaku UMKM, sehingga menghasilkan bahan yang sehat dikonsumsi. “Mata rantai saling menguntungkan pertanian dan sektor UMKM bidang pangan di Depok,” kata Idris kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Selain itu, walikota mengajak para pelaku petani di Depok, untuk bisa memaksimalkan lahan dengan menanam mengunakan pupuk organik. Sebab, pupuk organik ini sehat bagi tubuh.

Masih dilokasi yang sama, Ketua HKTI Jawa Barat, H. Numan Abdul Hakim mengatakan, panen padi organik perlu ditingkatkan di daerah Depok. Karena pupuk yang mengandung kimia ini tidak baik. Di dunia lagi tren makanan dari pupuk organik, juga menguntungkan para petani.

“Pupuk organik ini lebih ekonomis dan praktis. Contohnya panen padi ini mengunakan pupuk organik hanyak 80 hari dipanen,” katanya.

Sementara itu, Ketua HKTI Depok, Yuris Salahudin menuturkan, padi yang dipanen mengunakan pupuk organik cair. Pupuk ini produksi HTKI yang diprodukai di Tasikmalaya dibuat dari bahan-bahan seperti daun hayati, herbal, dan lainya. Sehingga mengunakan pupuk ini bisa menguatkan hormon penguat akar dan mencegah hama. “Pupuk cair ini dikonsumsi tidak bahaya oleh manusia bahkan hewan ternak,” kata Yuris.

Pupuk ini, sambung dia, untuk satu hektar lahan butuh 10 liter. Di mana 1 liter ini harganya Rp 100 ribu.  “Ekonomis karena kalau pakai pupuk kimia atau urea 1 hektar bisa menghabiskan dana Rp 5 hingga 10 juta,” kata dia. (irw)