PEBRI/RADAR DEPOK PENGHORMATAN: Siswa SMKN 2 Depok mengenakan sarung dan peci dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional.
PEBRI/RADAR DEPOK
PENGHORMATAN: Siswa SMKN 2 Depok mengenakan sarung dan peci dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional.

DEPOK – Momen Hari Santri Nasional sangat terasa di SMKN 2 Depok. Dimana, SMKN yang berlokasi di Jalan Abdul Wahab, Kecamatan Sawangan tersebut siswanya dan juga guru-gurunya mengenakan pakaian muslim saat di sekolah.

Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin mengatakan, mengenakan pakaian muslim di momen Hari Santri Nasional berkaitan juga dengan adanya himbauan dari Pemprov Jawa Barat untuk mengenakan pakaian tersebut di tanggal 22 Oktober yang merupakan jatuhnya Hari Santri Nasional.

“Guru dan siswa mengenakan pakaian muslim. Bahkan, untuk yang laki-lakinya mengenakan sarung dan peci dalam rangka Hari Santri Nasional,” ucapnya.

Tatang menuturkan, pakaian khas santri tersebut sebagai penghormatan HSN yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Tatang, santri merupakan komunitas pelajar yang turut berjuang melahirkan dan memerdekakan Indonesia. Sehingga hal wajar apabila santri harus dihargai dan dihormati di negeri ini.

“Jadi, wajar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para santri, kita menggunakan pakaian ala santri. Memakai (sarung) ini sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama bukan hanya santri. Karena sebenarnya Hari Santri adalah Hari Ulama, jadi menghormati santri sama dengan menghormati ajengan (ulama),” terangnya. (peb)