SANI/RADAR DEPOK WASPADA BENCANA: SD Lazuardi GCS dan BMKG memberikan edukasi tentang waspada bencana kepada siswa saat acara Supercamp 2018.
SANI/RADAR DEPOK
WASPADA BENCANA: SD Lazuardi GCS dan BMKG memberikan edukasi tentang waspada bencana kepada siswa saat acara Supercamp 2018.

DEPOK – Indonesia sedang dilanda gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Guna menambah wawasan siswa terhadap bencana alam, Lazuardi Global Compassionate School (GCS) menghadirkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Supercamp 2018.

Customer and Public Relation Manager Lazuardi GCS, Fatima Mutia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan ke peserta didik dan guru tentang bagimana menyelamatkan diri saat terjadi gempa. untuk itu pihak sekolah langsung mengajarkannya melalui pihak yang ahli di bidangnya yakni BMKG.

“Anak-anak itu perlu diberi edukasi sejak dini perihal gempa dan bencana alam lainnya. Supaya ketika terjadi bencana sudah tahu apa saja yang perlu dilakukan,” katanya kepada Radar Depok.

Supercamp 2018 merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun di SD Lazurdi GCS. Tujuannya, untuk melatih kemandirian dan menambah rasa syukur  siswa yang dikemas dengan kemping dan kegiatan lainnya yang dapat menambah pengetahuan dan keterampilan.

Humas BMKG, Ririn dan Irma memaparkan kepaa siswa penyebab terjadinya gempa serta tips menyelamatkan diri dengan tepat saat terjadinya gempa bumi. Bukan hanya materi, siswa pun juga diajak melakukan simulasi menghadapi gempa di sekolah.

“Siswa berkumpul di kelas masing-masing, lalu dibunyikan bel pertama pertanda gempa. Lalu mereka mempraktekkan pengetahuan yang didapat dari BMKG. Kemudian bel kedua pun dibunyikan dan siswa harus bergerak menuju lokasi terbuka terdekat dengan tertib,” ujar Mutia.

Mutia menuturkan, dari kegiatan ini siswa dapat mengambil pelajaran dan pengalaman. Adapun yang paling diingat oleh pelajar adalah jangan panik dan langsung berlari ketika gempa terjadi, karena hal ini yang justru berpotensi membahayakan nyawa.

“Yang harus dilakukan ketika gempa adalah berlindung di bawah benda yang kokoh seperti meja atau berdiri di pilar atau tiang terdekat. Semoga menjadi pengalaman berharga dan menjadi bekal untuk siswa kala menghadapi gempa,” tutup Mutia. (san)