Ist PENINGKATAN KAPASITAS: Bawaslu Jabar dan peserta berfoto bersama usai mengadakan acara Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Pengawasan Pemilu 2019 di Garut.
Ist
PENINGKATAN KAPASITAS: Bawaslu Jabar dan peserta berfoto bersama usai mengadakan acara Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Pengawasan Pemilu 2019 di Garut.

DEPOK – Menghadapi pesta demokrasi 2019, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, tetapi perempuan pun harus berperan aktif. Untuk itu,  Bawaslu Jawa Barat (Jabar) mengadakan acara yang bertemakan ‘Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Pengawasan Pemilihan Umum 2019’, di Kabupaten Garut.

Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini menjelaskan, meningkatkan kualitas pengawas perempuan telah diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Jawa Barat dengan didampingi penuh Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan antar Lembaga (Kordiv humas dan Hubal) Bawaslu Jabar, Lolly Suhenty dan menjadi satu-satunya perempuan di jajaran komisioner Bawaslu Jabar yang konsen terhadap pemberdayaan perempuan.

“Bertolak dari pengalaman pribadi, betapa tidak mudahnya perempuan ketika saya memutuskan untuk berikhtiar di ranah publik, termasuk di Bawaslu. Bawaslu Jabar mengadakan acara tersebut 29-30 September,” tutur Luli kepada Radar Depok, Rabu (3/10).

Menurut Luli, bagi yang tidak mengalami, tentu akan sulit memahami bahkan untuk sekedar membayangkan rasanya. Selain itu, sering orang berpikir dan bertanya, kenapa harus tidak mudah, padahal syarat dan kesempatannya sama.

“Hal ini tentu berbeda dengan kawan laki-laki yang bisa melenggang dengan lebih mudah dengan baju (pencari nafkah utama keluarga atau pemimpin keluarga.red). Sejumlah syarat ini, pada prakteknya membuat perempuan tidak memiliki kesempatan belajar dengan lebih leluasa. tidak punya waktu yang sama banyak,” terangnya.

Dampaknya, satu-satunya komisioner perempuan di Bawaslu Kota Depok ini melanjutkan, dalam banyak ruang, perempuan pun tidak semuanya cukup bisa beradaptasi cepat dalam ritme kerja yang keras. Kendati ada perempuan yang bisa belajar cepat dengan baik. Namun, jumlahnya tidak banyak.

“Salah satu bentuknya dengan memberi ruang belajar lebih, agar kami bisa mengejar pengetahuan dan keterampilan yang tertinggal,” papar Luli.

Untuk itu, dalam hal ini, ia  satu pandangan terkait pentingnya peningkatan kapasitas perempuan pengawas untuk memastikan jalannya Pemilu 2019 berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, mandiri dan berintegritas.

Selanjutnya, pihaknya akan melakukan kegiatan yang sama yaitu peningkatan kualitas perempuan pengawas untuk seluruh jajaran Bawaslu Kota Depok hingga ke Panwaslu Kelurahan se-Kota Depok. Sehingga, bisa menjadi solusi dan ilmu yang bermanfaat bagi perempuan pengawas di Kota Depok.

Bawaslu pun akan mengundang narasumber yang kompeten yang mampu menjelaskan secara apik bahwa pengawas perempuan bukan soal kontestasi perempuan dan laki-laki, tapi bagian dari tanggung jawab Bawaslu secara kelembagaan.

“Yakinlah forum belajar bagi perempuan pengawas ini dapat menguatkan kita semua, agar langkah kita seluruh pengawas bisa sama. Ujungnya dapat membuat kita-baik perempuan maupun laki-laki-dapat berlari dengan ritme yang sama,” pungkas Luli. (cky)