IRWAN/RADAR DEPOK REKONSTRUKSI: Ada 18 Adegan pembunuhan pelajar SMP di Kelurahan Cinangka, Sawangan, kemarin (10/10).
IRWAN/RADAR DEPOK
REKONSTRUKSI: Ada 18 Adegan pembunuhan pelajar SMP di Kelurahan Cinangka, Sawangan, kemarin (10/10).

DEPOK – Sebanyak 18 adegan di peragakan pelaku pembunuhan bocah SMP, yang mayatnya ditemukan dipinggir Kali Ciputat Kecamatan Sawangan.

Kapolsek Sawangan Kompol Prasetyo menuturkan, adegan yang diperagakan Ahmad Rifai (19) alias Pay, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi.

“Pra Rekonstruksi ini sesuai keterangan pelaku, ya dalam hal ini kami menilai yang bersangkutan itu kooperatif,” ucap Prasetyo di lokasi Rekonstruksi, Rabu (10/10).

Menurutnya, dari reka adegan tersebut ada tujuh kali pelaku melakukan penusukan hingga akhirnya, korban meregang nyawa dengan luka yang cukup parah di bagian dada, leher dan pinggang. “Mereka itu teman sepermainan ,” kata Prasetyo.

Prasetyo menuturkan, awal mula insiden pembunuhan tersebut yaitu ketika korban diajak bertemu oleh pelaku di sebuah warnet tak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya, pelaku lalu mengajak korban memancing belut di sekitar kali Ciputat Sawangan. Korban berinisial AA mengiyakan ajakan pelaku dan tidak memiliki firasat apapun.

“Di lokasi inilah, pelaku menghujamkan pisau dapur yang sudah disiapkannya. Handphone korban dibawa lalu dijual, uangnya untuk keperluan sehari-hari dan membeli ganja,” paparnya.

Saat ditanya, apakah memang korban sering beraktifitas bersama pelaku, Prasetyo menegasakan ini baru kali pertama. “Ini baru pertama kali, dan akhirnya terjadi tragedi pembunuhan itu,” pungkasnya.

Pay merupakan buruh harian lepas yang terbukti melakukan pembunuhan terhadap AA. Pria yang diketahui positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ganja tersebut telah mendekam dibalik jeruji Mapolresta Depok. Pelaku, diganjar Pasal 361 KUHPidana mengenai pembunuhan berencana dengan ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.(irw)