S taf Kelurahan Cinangka, Teguh Santoso memperlihatkan formulir lengkap Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Staf Kelurahan Cinangka, Teguh Santoso memperlihatkan formulir lengkap Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

DEPOK – Sertifikat tanah merupakan salah satu dokumen penting yang masuk dalam deretan berkas di rumah. Karena, dengan adanya sertifikat tanah artinya memperkuat legalitas tanah yang dimiliki. Namun, kebanyakan masyarakat malas dalam mengurusnya, karena seringkali dipersulit oleh proses birokrasi.

Staf Pelayanan PTSL Kelurahan Cinangka, Sawangan, Teguh Santoso mengatakan, pembuatan sertifikat tanah sangatlah mudah. Warga dapat membuatnya dengan dua cara, yaitu melalui pengajuan individu atau dengan bantuan notaris kemudian mengikuti Program PTSL yang dikoordinir pemerintah.

Para pemohon harus membawa beberapa dokumen resmi yang berisi data yang dibutuhkan pihak Badan Pertahanan Nasional (BPN).

“Berkasnya itu warga harus mengisi formulir yang diserahkan oleh BPN Kota Depok melalui RT RW. Lalu setelah isi formulir dikembalikan ke Kelurahan untuk dicek, setelah itu diserahkan lagi ke BPN Kota Depok,” ucap Teguh kepada Radar Depok.

Setelah lengkap, baru kemudian data tersebut diperiksa dan diverifikasi keabsahannya. Setelah itu bagi yang mengajukan individu perlu membayar sejumlah uang untuk kebutuhan administrasi, yang besarannya tergantung luas lahan yang diajukan.

Sementara yang masuk dalam program PTSL jika semua dokumen sudah lengkap, maka tinggal tunggu petugas ukur datang ke lahan yang diajukan. Dokumennya berupa surat penguasaan tanah secara fisik yang menyatakan lahan tersebut tidak sengketa.

“Pajak-pajaknya harus dilengkapi kemudian KTP. Ketika dinyatakan lengkap itu baru pengumpulan data yuridis, kemudian diukur lahannya. Nanti setelah itu warga harus memasang patok berupa tiang besi atau cor untuk memudahkan petugas BPN mengukur lahan,” jelas Teguh.

Diketahui, di Kelurahan Cinangka, lanjut Teguh, terdapat 1.000 bidang tanah yang mengikuti program PTSL. Saat pembagian sertifikat yang dilakukan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu sudah ada 400 bidang tanah yang mendapatkan sertifikat.

Untuk 600 bidang tanah yang belum mendapatkan sertifikat, pihak Kelurahan Cinangka akan terus mengawal warga ke BPN Kota Depok guna mempercepat turunnya sertifikat. Teguh menuturkan, pembuatan sertifikat, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 4 hingga 6 bulan.

“Dipungut biaya hanya Rp150 ribu, setelah itu tidak ada pemungutan biaya apapun lagi. Dan untuk warga jangan malas lagi untuk membuat sertifikat tanah agar kepemilikannya di akui oleh negara,” tutup Teguh. (san)