AHMAD FACHRY / RADAR DEPOK Ilustrasi Gedung Universitas Indonesia (UI).
AHMAD FACHRY / RADAR DEPOK
Universitas Indonesia (UI).

DEPOK – Gempa dan tsunami yang dahsyat telah menghancurkan bangunan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal tersebut berdampak pada terhentinya aktivitas perkuliahan di kampus tersebut.

Guna membantu mahasiswa Untad yang terdampak gempa dan tsunami, Universitas Indonesia (UI) siap menampung mahasiswa berkuliah sementara atau sit in di semua fakultas yang ada di UI.

Rektor UI Profesor Muhammad Anis menyatakan, bagi mahasiswa Untad yang sedang kembali ke daerah asalnya di Kota Depok, DKI Jakarta dan sekitarnya diperkenankan lapor diri ke UI. Agar dapat kembali mengikuti perkuliahan sesuai jurusan yang diambil di universitas asal.

“Duka yang dirasakan masyarakat Palu–Donggala dan wilayah lainnya, turut dirasakan pula segenap Bangsa Indonesia, khususnya civitas akademika UI. Maka, UI mendukung sepenuhnya kuliah sementera atau sit in yang diinisiasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia,” kata Anis kepada Radar Depok.

Sebanyak 14 Fakultas yang disediakan UI untuk mahasiswa Universitas Tadukalo. Di antaranya, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Pengetahuan Budaya, Ekonomi dan Bisnis, Psikologi, Ilmu Administrasi, Teknik, Ilmu Komputer, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Program Vokasi (Diploma 3).

“Terkhusus untuk Fakultas Kedokteran, kelas sit in diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah masuk fase klinik,” ujar Anis.

Anis juga menegaskan bahwa UI berkomitmen memberikan layanan birokrasi yang nyaman dan mudah mengingat para mahasiswa memiliki hak memperoleh akses pendidikan.

“Dalam waktu dekat, UI juga akan menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi 600 mahasiswa Universitas Tadulako dengan mata kuliah Hukum Kekayaan Intelektual,” ucap Anis.

Anis berharap, situasi di Kota Palu dan sekitarnya segera kembali normal. Saat ini kampus Untad sedang menjalani proses rekonsturksi bangunan dan operasional kampus.

“Kami harap civitas akademika Universitas Tadulako beserta institusi pendidikan di wilayah yang terkena dampak bencana ini segera pulih. Kegiatan belajar mengajar berjalan kembali dengan baik atas dukungan seluruh pihak,” harap Anis.

Terpisah, mahasiswa Untad, Palu, Sulteng dipersilakan untuk sementara berkuliah di 38 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Hal ini menyusul kampus mereka rusak parah akibat gempa dan tsunami. Kegiatan perkuliahan di Untad saat ini terpaksa harus dihentikan sementara waktu, selama proses rekonstruksi bangunan dan sistem serta operasional kampus kembali normal.

Mengacu pada kondisi di atas, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsah Suryadi menyatakan mahasiswa Untad bisa kuliah sementara di luar Palu.

“MRPTNI menginisiasi program kuliah sementara atau sit in bagi mahasiswa Untad yang sekarang sedang mengungsi di luar Palu,” kata Kadarsah.

Mahasiswa Untad dipersilakan untuk dapat mengikuti program sit in pada program studi yang sesuai. Program sit in tersebut berlaku bagi mahasiswa Untad yang saat ini sedang meninggalkan Palu dan berada di kota atau daerah yang dekat dengan salah satu PTN. Mahasiswa bersangkutan dipersilakan segera menghubungi dekan fakultas PTN yang dituju.

Kadarsah menambahkan, mahasiswa Untad bisa juga langsung menghubungi rektorat PTN dituju sambil menunjukkan kartu pengenal resmi yang membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah mahasiswa Untad. Selanjutnya data mahasiswa peserta program sit in tersebut akan dicatat dan dilaporkan ke dekan terkait di Untad untuk mendapat konfirmasi dan persetujuan.

Sedangkan untuk nilai mata kuliah pada akhir semester tetap dikeluarkan oleh pihak Untad. PTN penerima program sit in hanya sebagai tempat kuliah sementara. PTN penyelenggara program sit in akan memberikan akses pada para mahasiswa Untad untuk dapat mengikuti proses pembelajaran dengan ketentuan yang akan diatur oleh masing-masing PTN. (san/cnn/gun)