DEPOK – Rencana pelimpahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan Aruba Residence, warga mengaku siap untuk mengelola lingkungan secara mandiri.

Menurut kuasa hukum warga Aruba Residence, Wahyu Hargono, kemarin pihaknya dan warga Perumahan Aruba Residence ditanya oleh Pemerintah Kota Depok terkait kesiapan warga sebelum PSU benar-benar diserahkan Aruba Residence.

“Kami sudah mengajukan proposal yang intinya warga siap mengelola secara pribadi, dan kami juga sudah menyusun struktur organisasi RT di Aruba Residence,” kata Wahyu kepada Radar Depok.

Warga pun telah menentukan iuran pengelolaan lingkungan (IPL). “Sabtu (13/10) depan kami kembali diundang, bersama dengan pihak Aruba Residence,” kata Wahyu.

Diberitakan sebelumnya, Developer Perumahan Aruba Residence dipaksa menyerahkan aset fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) ke Pemerintah Kota Depok. Hal ini menyusul telah dilayangkan Surat Peringatan ke-3 (SP3) dari Pemkot Depok.

“Saya sudah mendapat tembusannya, kalau Aruba Residence diberi SP3,” kata Lurah Depok, Kecamatan Pancoranmas, Mustakim.

Mustakim mengatakan, sebagian aset milik Perumahan Aruba Residence seharusnya sudah diserahkan pengelolaannya ke Pemkot Depok, dengan menyerahkan fasos fasum yang ada di dalam perumahan.

“Akses jalan seharusnya sudah diserahkan, sebagai aset milik pemkot untuk mempermudah pelayanan bagi warga,” kata Mustakim. (rub)