SANI/RADAR DEPOK KUNJUNGAN: Sebanyak 59 guru honorer Kota Depok mengikuti kegiatan Lawatan Sejarah yang diinisiasi oleh Yayasan Peduli Guru Kita (Pegita), beberapa hari lalu.
SANI/RADAR DEPOK
KUNJUNGAN: Sebanyak 59 guru honorer Kota Depok mengikuti kegiatan Lawatan Sejarah yang diinisiasi oleh Yayasan Peduli Guru Kita (Pegita), beberapa hari lalu.

DEPOK – Yayasan Peduli Guru Kita (Pegita) mengajak 59 orang guru honorer di Kota Depok ke beberapa tempat bersejarah di DKI Jakarta. Kegiatan tersebut masuk ke dalam salah satu rangkaian kegiatan event sejarah guru melek sejarah yakni Lawatan Sejarah, Sabtu (29/9).

Ketua Pegita, Ali Wartadinata mengatakan, sejumlah guru tersebut pergi ke dua tempat bersejarah, yakni Museum Nasional dan Monumen Nasional. Kegiatan lawatan sejarah yang diinisiasi oleh yayasan pegita bertujuan untuk menambah wawasan para guru di bidang sejarah, baik lokal dan nasional.

“Event ini untuk mengajak guru melek sejarah di Indonesia. Melalui guru yang cerdas dan berwawasan luas akan melahirkan generasi nasionalisme,” kata Ali kepada Radar Depok, saat ditemui di kantor yayasan Pegita, Jalan Raya Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Ali menjelaskan, event tahunan ini diperuntukkan bagi guru-guru honorer di Kota Depok dan sekitarnya. Karena, yayasan pegita merupakan yayasan yang bergerak untuk membantu kesejahteraan guru honorer.

“Jadi di event ini kami ada lima kegiatan dan ada lombanya. Jadi guru yang ikut lawatan sejarah harus mengikuti lomba foto selfie di tempat sejarah dengan caption yang menggugah siswa untuk melek sejarah,” jelasnya.

Selain lawatan sejarah dan lomba foto selfie, para guru juga akan mengikuti lomba cerdas cermat tentang sejarah Kota Depok dan Indonesia, lomba mewarnai untuk anak-anak yang berkaitan dengan tempat atau tokoh sejarah, dan di tutup dengan seminar tentang penyampaian materi sejarah kepada anak didik.

“Kami berharap anak didik dapat materi sejarah tidak hanya dari guru sejarah, tapi peran semua guru menginternalisasikannya ke dalam materi ajar. Metode belajarnya juga bisa dengan cara yang menarik, seperti video presentasi,” tutup Ali. (san)