DICKY/RADARDEPOK KURANGIBEBAN: UPS Serua saat mendapatkan kunjungan dari DLHK Kota Depok, aparatur Kelurahan Serua, dan sejumlah stake holder masyarakat Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Rabu (6/11).
DICKY/RADARDEPOK
KURANGIBEBAN: UPS Serua saat mendapatkan kunjungan dari DLHK Kota Depok, aparatur Kelurahan Serua, dan sejumlah stake holder masyarakat Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Rabu (6/11).

Untuk meminimalisir pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Unit Pengolahan Sampah (UPS) Serua terus melakukan pengolahan sampah organik. Sebulan, UPS Serua mampu menghasilkan 10 ton pupuk organik. Secara perlahan, UPS yang berada di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, sedang membuat kolam ikan untuk pembenihan ikan.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Semenjak beroperasinya UPS Serua pada 2016, secara perlahan UPS Serua mampu membantu meminimalisir sampah di Kota Depok. Usai menerima kunjungan kerja dari DLHK Kota Depok dan masyarakat sekitar, Koordinator UPS Serua, Dasuki mengatakan, UPS Serua telah mengalami peningkatan ditiap tahunnya.

“Kami selalu mengolah sampah organik dari masyarakat Kelurahan Serua,” ujar Dasuki.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Kelurahan Serua tersebut mengungkapkan, UPS Serua secara bertahap telah melengkapi mesin pengolahan sampah. Nantinya sampah organik yang telah terpilah dari masyarakat, akan dilakukan pencacahan hingga menjadi pupuk organik. Dasuki menambahkan, selama satu bulan UPS Serua mampu menghasilkan 10 ton pupuk organik. Dasuki mengajak kepada masyarakat Serua yang belum melakukan pemilahan, untuk segera melakukan pemilahan sampah. Nantinya sampah yang terpilah akan diolah menjadi pupuk dan pupuk tersebut dapat digunakan kepada masyarakat yang telah melakukan pemilahan sampah organik.

Tidak hanya itu, lanjut Dasuki secara perlahan UPS Serua tengah di persolek. Untuk meningkatkan kemandirian pegawai UPS, pihaknya telah membuat kolam ikan dengan menggunakan lahan UPS. Nantinya, kolam tersebut akan dilakukan pembenihan yang hasilnya dapat dinikmati pegawai UPS.

“Kami akan terus berusaha membantu dalam penanganan sampah organik,” tutup Dasuki. (*)